Surabaya (beritajatim.com) – Anggota DPRD Surabaya Budi Leksono mendesak revitalitasi pasar kembang selesai tepat waktu. Dia menekankan pentingnya revitalisasi tersebut selesai tepat waktu demi menghidupkan kembali ekonomi rakyat yang sempat terpuruk.
Pasar Kembang selama ini menjadi pusat kuliner tradisional yang kerap dikunjungi masyarakat. Namun, kebakaran hebat yang melanda lantai dua pasar pada tahun 2021 lalu telah membuat kondisi pasar memprihatinkan.
Politisi PDIP ini mengungkapkan pentingnya revitalisasi ini untuk tidak hanya memperbaiki fisik bangunan, tetapi juga menggairahkan ekonomi masyarakat sekitar.
“Revitalisasi ini harus selesai tepat waktu. Kami mendorong agar PD Pasar Surya mempercepat proses ini karena selama ini ekonomi rakyat di Pasar Kembang cukup terpuruk,” tegas Buleks sapaan lekatnya saat dihubungi, Kamis (10/10/2024).
Dia menekankan bahwa Pasar Kembang adalah ikon penting bagi perekonomian lokal. Menurutnya, revitalisasi harus menjadi momentum kebangkitan ekonomi kerakyatan, khususnya bagi para pedagang yang selama ini berjuang di tengah kondisi yang serba terbatas.
“Dengan adanya revitalisasi, kami berharap pasar ini bisa kembali ramai dan pedagang dapat lebih sejahtera. Pasar Kembang punya potensi besar untuk menggerakkan roda ekonomi di Surabaya,” lanjutnya.
Revitalisasi Pasar Kembang yang direncanakan akan menelan anggaran sekitar Rp 10 miliar ini terdiri dari dua tahap. PD Pasar Surya menyebut tahap pertama akan difokuskan pada perbaikan struktur yang rusak akibat kebakaran, sebelum beralih ke penyempurnaan desain dan fasilitas.
“Mulai Desember udah kita kerjakan, dan ini lagi proses lelang satu bulan,” jelas Agus Priyo, Direktur Utama PD Pasar Surya.
DPRD juga mengingatkan agar revitalisasi ini tidak hanya sekadar memperbaiki infrastruktur, tetapi juga membuka ruang lebih besar bagi pedagang. Afif berharap peningkatan jumlah pedagang yang akan diakomodasi di pasar ini bisa memberi peluang lebih besar bagi ekonomi lokal.
“Kami ingin ada perluasan ruang usaha di lantai dua. Saat ini jumlah pedagang hanya 200, tapi kami berharap bisa bertambah menjadi 300 pedagang setelah revitalisasi,” ujar Buleks.
Sementara itu, Agus Priyo juga menjelaskan bahwa revitalisasi ini akan berdampak positif pada perputaran uang di pasar. Dengan jumlah pedagang yang bertambah, estimasi perputaran uang per hari bisa mencapai ratusan juta rupiah.
“Kalau kita sampling data per pedagang 2 juta, sehingga sampai sekitar 350 juta per hari. Perputaran uang di pedagang,” ungkap Agus.
Selain infrastruktur utama, fasilitas lain seperti toilet yang saat ini menjadi keluhan pengunjung juga akan mendapat perhatian khusus dalam proses revitalisasi.
“Terkait terbatasnya toilet, nanti kita akan perbaiki dan akan dipastikan layak digunakan,” pungkas Agus.
Para pedagang sendiri menyambut antusias rencana revitalisasi ini. Salah satunya, Siti, yang telah berjualan di Pasar Kembang selama lima tahun, mengaku optimis pasar baru akan mendatangkan lebih banyak pengunjung.
“Semoga setelah direnovasi, dagangan saya semakin laris,” harap Siti.[asg/kun]






