Bojonegoro (beritajatim.com) – Calon Wakil Bupati Bojonegoro, Nurul Azizah, memberikan apresiasi terhadap inovasi pertanian yang dilakukan oleh petani di Dusun Sendang Banyu Urip, Desa Jatiblimbing, Kecamatan Dander, Kabupaten Bojonegoro, Senin (7/10/2024).
Pasalnya, petani setempat telah mengadopsi metode budidaya melon secara organik, yang dianggap ramah lingkungan dan mampu meningkatkan nilai ekonomi dengan efisiensi biaya produksi.
Salah satu petani melon yang menggunakan metode organik, Mardi menjelaskan, dengan sistem tersebut bisa mengeliminasi penggunaan obat-obatan dan pupuk kimia. “Dengan pertanian organik, kita dapat menghemat hingga 50 persen biaya produksi sambil tetap meraih hasil panen yang optimal,” ujarnya.
Cawabup nomor urut 02, Nurul Azizah menegaskan pentingnya memperluas penerapan budidaya organik ini ke desa-desa lain, sebagai langkah untuk mengurangi ketergantungan petani pada bahan kimia dan memastikan produk yang sehat untuk konsumen.
Ia juga telah menyiapkan berbagai program unggulan untuk meningkatkan kesejahteraan petani, termasuk pembangunan embung dan jaringan irigasi untuk mendukung kebutuhan air pertanian. Selain itu, program Kartu Petani Maju (KPM) dirancang untuk memberikan berbagai manfaat kepada petani, seperti bantuan bibit, akses permodalan, serta edukasi mengenai pertanian berkelanjutan.
“Kami berkomitmen untuk meningkatkan kesejahteraan petani jika diberi kesempatan memimpin Bojonegoro dalam lima tahun ke depan,” tegas perempuan yang sebelumnya menjabat Sekda Bojonegoro itu.
Dalam kunjungannya, Nurul juga mengambil waktu untuk memetik dan membeli melon langsung dari petani Mardi, didampingi oleh Ketua Gabungan Kelompok Tani Kecamatan Dander, Tamyis. [lus/but]






