Surabaya (beritajatim.com) – Anggota DPRD Surabaya, Yona Bagus Widyatmoko menyoroti tantangan KPU dalam mencapai target kehadiran pemilih 75% dalam Pilkada mendatang. Target ini jauh lebih ambisius dibandingkan Pemilu Legislatif (Pileg) sebelumnya, di mana tingkat partisipasi hanya mencapai 51,4%.
Dengan total Daftar Pemilih Tetap (DPT) sebanyak 2.229.244 pemilih, KPU menghadapi tantangan besar, terutama karena jumlah Tempat Pemungutan Suara (TPS) dalam Pilkada 2024 dikurangi menjadi 3.964 TPS, dari sebelumnya 8.167 pada Pileg.
“Setiap TPS diperkirakan akan melayani 500 hingga 600 pemilih, yang tentunya menambah beban operasional dan logistik,” ujar Yona, Sabtu (5/10/2024).
Oleh karena itu, dia menyarankan agar KPU Surabaya segera memulai sosialisasi yang lebih intensif. Menurutnya, PPK dan PPS yang memiliki akses lebih dekat dengan warga bisa memanfaatkan pertemuan-pertemuan rutin di tingkat RT, RW, dan kelurahan untuk memberikan pemahaman mendalam tentang hak konstitusi dan manfaat keterlibatan aktif dalam Pilkada.
“Sebaiknya KPU melalui PPK dan PPS dapat menyampaikan materi sosialisasi melalui pertemuan-pertemuan rutin di tingkat RT, RW, dan kelurahan. Ini akan lebih efektif dalam memperkuat hak konstitusi dan pemahaman warga terkait Pilkada,” katanya.
Politisi Gerindra ini juga menyoroti pentingnya perhatian khusus terhadap segmen generasi muda, khususnya pemilih pemula yang biasanya terlibat dalam karang taruna atau komunitas pemuda di tingkat RT/RW dan kelurahan.
Ia menyebutkan bahwa partisipasi generasi Z dan milenial pada Pileg dan Pilpres 2024 mencapai 55%, dan KPU harus mempertahankan bahkan meningkatkan angka tersebut pada Pilkada mendatang.
“Generasi muda, terutama pemilih pemula, harus mendapatkan atensi khusus. Mereka berperan besar dalam menentukan hasil Pilkada,” tambah Yona.
Selain itu, Yona juga mengingatkan bahwa pengurangan jumlah TPS dapat mempengaruhi partisipasi pemilih, terutama di daerah perumahan yang jarak TPS-nya bisa lebih jauh atau bahkan berbeda RW. Menurutnya, KPU harus memikirkan strategi untuk menarik minat pemilih meskipun jarak ke TPS menjadi lebih jauh.
“Pengurangan jumlah TPS tentu membuat jarak rumah pemilih dengan TPS semakin jauh. Hal ini harus diantisipasi agar warga tetap tertarik hadir di TPS pada hari pemilihan,” jelasnya.
Yona menegaskan bahwa sosialisasi tidak bisa hanya dilakukan menjelang H-7. Ia menyarankan agar sosialisasi dimulai dari sekarang dengan melibatkan berbagai elemen masyarakat.
“Sosialisasi tidak boleh hanya dilakukan secara masif pada H-7, tetapi harus dimulai sekarang. KPU harus melibatkan berbagai elemen masyarakat, seperti yang telah saya sampaikan,” tegasnya.
Dengan upaya ini, Yona optimistis bahwa target 75% partisipasi pemilih pada Pilkada Surabaya 2024 bisa tercapai, jika sosialisasi dilakukan secara efektif dan melibatkan berbagai lapisan masyarakat. [asg/ian]







2 Komentar
Selamat Pak Yona. Gas Pol buat kemaslahatan Ummat khususnya Warga Sby.
Semoga Allah SWT sll membimbing dan menunjukkan ke jalan yg baik dan benar. Aamiin…
The best