Jember (beritajatim.com) – Muhammad Fawait, calon bupati nomor urut 2, berjanji mengatasi persoalan petani dan pedagang di Kabupaten Jember, Jawa Timur. Persoalan sektor pertanian dan perdagangan menjadi penghambat pertumbuhan ekonomi.
Dalam mengatasi kelangkaan pupuk, Fawait akan membeli pupuk subsidi untuk dijual ke petani dengan harga subsidi. “Itu untuk jangka pendek,” katanya, ditulis Jumat (4/10/2024).
Sementara untuk pedagang di pasar tradisional, Fawait berencana bakal menurunkan retribusi yang belakangan ini naik 200 persen. “Jangan sampai pedagang kecil dibebani retribusi yang begitu besar,” kata alumnus Universitas Airlangga Surabaya.
Senentara itu untuk program jangka menengah, Fawait berencana nelebarkan jalan untuk mengatasi kemacetan. “Kalau hanya diaspal saja tapi tidak diperlebar, ya, tetap macet. Contohnya di Mangli. Mau diaspal beberapa kali pun tetap macet kalau jalannya tidak dilebarkan,” katanya.
Tak hanya infrasrtuktur jalan, Fawait juga akan menghidupkan kembali Bandara Notohadinegoro yang selama ini kurang dimaksimalkan. “Bandara akan kita hidupkan kembali. Jakarta – Jember atau Jember – Jakarta. Kalau bandaranya hidup, investor senang berinvestasi di Jember, sehingga akan menyerap banyak pekerja dan ekonomi akan tinggi,” katanya.
Fawait berpasangan dengan Djoko Susanto diusung oleh tujuh partai parlemen dan tujuh partai non parlemen dalam pilkada Jember. Mereka menghadapi pasangan petahana Hendy Siswanto dan Muhammad Balya Firjaun Barlaman yang diusung PDI Perjuangan. [wir]






