Pasuruan (beritajatim.com) – Terlihat seperti tak terawat akibat banyaknya tanaman yang rimbun, Alun-alun Bangil akhirnya mendapat perawatan khusus. Melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Pasuruan, menggelontorkan puluhan juta untuk perbaikan Alun-alun Bangil.
Sekitar Rp 600 juta digelontorkan untuk perbaikan pada bagian Selatan dan sisi Timur Alun-alun Bangil. Menurut Kepala DLH Kabupaten Pasuruan, Taufikul Ghony mengatakan bahwa renovasi Alun-alun ini nantinya akan mempunyai konsep penggabungan, yakni plasa dan ruang terbuka hijau.
“Selama ini kan konsep alun-alun ini menjadi ruang terbuka hijau, dan banyak pohonnya. Tapi dengan begitu malah makin terlihat suram. Sehingga kami masukkan unsur modern dengan konsep plasa,” jelas Ghoni, Rabu (2/10/2024).
Tak hanya itu Ghoni juga menjelaskan bahwa nantinya pada sisi selatan akan diberi keramik dan juga rumput sintetis untuk bersantai. Tak hanya itu pada sisi selatan ini nantinya juga akan diberi taman dan tempat duduk untuk warga saling berinteraksi nantinya.
Sementara untuk bagian timur akan ada centra kuliner dengan banyak fasilitas. Mulai dari fasilitas air bersih hingga adanya mini ipal untuk pembuangan limbah makanan bagi para pedagang yang berjualan di sentra kuliner nantinya.
“Tentunya dengan pembutan centra kuliner ini bisa mengembangkan ekonmi masyarakat Kabupaten Pasuruan, khususnya warga Bangil. Untuk menghindari bau dan menjaga tempat agar selalu higienis kami juga membuatkan ipal mini untuk saluran pembuangan pedagang,” imbuhnya.
Takhanya anggaran dari Pemda, pembangunan Alun-alun Bangil ini juga akan dibantu dengan Bank Jatim yang akan mengerjakan sisi bagian tenggara. Yang dulunya merupakan air mancur akan dibangun ampiteater. (ada/kun)






