Surabaya (beritajatim.com) – Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga (FK Unair) Surabaya meresmikan monumen unik bernama ‘Monumen Kebersamaan Jam 4 Sisi’ di halaman fakultas setempat, Selasa (1/10/2024).
Inspirasi untuk monumen ini muncul saat jajaran dekanat FK Unair mengunjungi salah satu kampus di Korea, di mana mereka melihat sebuah jam yang menarik perhatian dan menjadi spot foto yang menarik.
“Saat itu kami melihat ada sebuah jam di pintu masuk kampus. Kami berpikir, kok bagus ya ? Bisa menjadi foto spot, lalu bagaimana kalau FK Unair juga membuat jam seperti ini,” tutur Dekan FK Unair Prof Budi Santoso.
Monumen ini memiliki empat sisi yang masing-masing mencerminkan sejarah dan perjalanan FK Unair. Sisi pertama mencatat waktu sejak era penjajahan Jepang, yaitu 69 tahun yang lalu dari tahun 1942.
Sisi kedua merujuk pada masa Hindia Belanda dengan usia 111 tahun. Sisi ketiga dan keempat menunjukkan usia Unair yang telah berdiri selama 70 tahun sejak diresmikan oleh Ir. Soekarno pada tahun 1954.
Prof Budi Santoso menyampaikan, monumen ini tidak hanya sebagai simbol waktu, tetapi juga sebagai pemersatu di antara seluruh sivitas akademika serta alumni FK Unair.
“Kita fakultas kedokteran tertua kedua di Indonesia, sejak 1913. Filosofi di balik monumen ini mencerminkan perjalanan Fakultas Kedokteran yang telah ada sejak tahun 1913,” katanya.
Prof Budi Santoso menambahkan, dengan adanya monumen ini, diharapkan dapat menumbuhkan rasa kebersamaan di kalangan sivitas akademika FK Unair. “Ini suatu perjalanan dari FK Unair atau pendidikan dokter di Surabaya, itu tercermin di jam ini. [ipl/but]






