Magetan (beritajatim.com) – Relawan JAGA NUSAntara Kabupaten Magetan mendukung pasangan calon gubernur Jawa Timur, Tri Rismaharini dan KH Zahrul Azhar Asumta (Gus Hans).
Deklarasi dukungan ini dilakukan dalam rangka Pemilihan Gubernur Jawa Timur (Pilgub Jatim) 2024 dan bertempat di Ndalem Kasepuhan Gus Ridlo Rifai, pengasuh Pondok Pesantren Arrahman di Semen Tegalrejo, Nguntoronadi, Magetan, Minggu (29/09/2024) malam.
Pada acara deklarasi ini, teriakan “Prabowo Presidenku, Risma Gubernurku, Sujatno Bupatiku” menggema, menegaskan komitmen relawan dalam mendukung Risma dan Gus Hans pada Pilgub Jatim, serta Sujatno dan Ida untuk Pilbup Magetan.
Menurut Gus Ridlo Rifai, koordinator Relawan JAGA NUSAntara Magetan, alasan utama mendukung Risma adalah karena sosoknya yang tegas dan merakyat. Gus Ridlo juga menyatakan bahwa Risma mampu menjadi “Ibu” bagi masyarakat Jawa Timur, karena kedekatannya dengan rakyat.
“Kami siap mendukung Bu Risma karena beliau adalah pemimpin yang tegas dan merakyat. Dia adalah sosok yang bisa menjadi ibu bagi masyarakat Jawa Timur,” ujar Gus Ridlo.
Sebelumnya, kelompok relawan ini turut berperan dalam memenangkan pasangan Prabowo-Gibran pada Pilpres 2024 di Jawa Timur. Meskipun sebagian partai pendukung Prabowo berada di kubu lain dalam Pilgub, Gus Ridlo menegaskan bahwa JAGA NUSAntara adalah organisasi yang murni relawan dan tidak terpengaruh oleh konstelasi politik partai.
“Kami bukan orang partai, ini murni relawan. Kami mendukung Bu Risma karena melihat sosoknya yang tegas, bukan berdasarkan partai pengusungnya,” tambahnya.
Diketahui bahwa jumlah pesantren di Magetan yg terdaftar sejumlah 63 pesantren. Dan para kiai pemangku pesantren yang secara terbuka menyatakan dukungan ke paslon 03 mencapai 95 persen.
Sujatno-Ida: Pasangan Nomor 3 Pilbup Magetan 2024
Selain mendukung Risma-Gus Hans di Pilgub Jatim, JAGA NUSAntara juga memberikan dukungan penuh kepada pasangan nomor urut 3, Sujatno dan Ida, dalam Pilbup Magetan. Menurut Gus Ridlo, Sujatno-Ida adalah satu-satunya pasangan yang mewakili kepentingan pesantren dan santri di Magetan.
“Kami, para gawagis (anak kiai), telah sepakat mendukung pasangan nomor 3, Sujatno-Ida, karena mereka adalah pasangan yang memperjuangkan kepentingan pesantren dan santri,” ujar Gus Ridlo, yang juga menjabat sebagai Ketua Forum Komunikasi Pondok Pesantren (FKPP) se-Magetan.
Dalam diskusi selama acara deklarasi, Gus Din, pengasuh Pondok Pesantren Tegal Arum, menyampaikan keluhannya terkait minimnya perhatian pemerintah kepada pesantren dan santri di Magetan.
Menurutnya, perhatian pemerintah selama ini hanya terbatas saat pemilu berlangsung, tetapi setelah itu pesantren sering kali dilupakan. “Saat pemilu, kita dibutuhkan sebagai pendulang suara, tetapi setelah pemilu, santri dan pesantren seolah tidak diakui oleh pemerintah,” kata Gus Din.
Menanggapi keluhan tersebut, Sujatno berjanji bahwa jika terpilih, dia dan Ning Ida, yang juga merupakan pengasuh pesantren, akan berkolaborasi dengan pesantren dan santri untuk membangun Magetan yang lebih baik.
“Kami pasti akan berjuang bersama kaum santri untuk membangun Magetan. Hanya pasangan nomor 3 yang memiliki wakil dari kalangan pengasuh pesantren, yaitu Ning Ida,” jelas Sujatno.
Sujatno juga menambahkan bahwa anggaran untuk pembangunan pesantren sebenarnya ada, namun selama ini tidak ada keberpihakan yang jelas dari pemerintah daerah. Dengan semangat kebersamaan dan mendengarkan aspirasi dari bawah, Sujatno-Ida berkomitmen untuk memperjuangkan hak-hak pesantren dan santri di Magetan.
“Kita bangun Magetan ke depan dengan semangat kebersamaan dan selalu mendengarkan aspirasi dari bawah, terutama dari kalangan pesantren dan santri,” tutup Sujatno.
Deklarasi yang dihadiri oleh 50 orang tokoh agama dan gawagis ini diakhiri dengan diskusi santai dan ramah tamah, di mana para peserta berfoto bersama untuk memperkuat komitmen dukungan terhadap pasangan Sujatno-Ida dan Risma-Gus Hans. [fiq/suf]







1 Komentar
Kalo dari PDI P KAMI TIDAK AKAN MEMILIH HARGA MATI