Surabaya (beritajatim.com) – Ikatan Alumni (IKA) UPN Veteran Jatim menegaskan komitmennya untuk tetap netral dan tidak terlibat dalam politik praktis. Sikap ini diambil menyusul adanya tindakan oknum-oknum yang memihak salah satu calon di Pilkada Serentak 2024.
Ketua IKA Pertanian UPN Veteran Jatim Wahyu Herdiyanto menjelaskan bahwa IKA UPN Veteran Jatim memiliki aturan yang harus dipatuhi oleh setiap anggota. Regulasi itu tercantum pada Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) organisasi.
“Sesuai Pasal 6, kami tidak memihak atau terlibat dalam politik praktis. Kami berfokus pada kegiatan internal dan kerukunan alumni,” kata Wahyu saat konferensi pers di kampus setempat, Selasa (24/9/2024).
Ia menambahkan, pernyataan sikap ini juga menjadi respons terhadap adanya anggota, termasuk pengurus, yang terlibat dalam dukungan politik.
“Apabila ada penyimpangan atau pelanggaran terhadap pasal tersebut, kami akan melakukan klarifikasi bahwa IKA UPN Veteran Jatim tetap bersikap netral. Kami memberikan peringatan terlebih dahulu kepada anggota yang melanggar,” tegasnya.
Wahyu menyebut, pihaknya memberikan waktu 1×24 jam bagi yang bersangkutan untuk memberikan klarifikasi. Jika dalam kurun waktu tersebut tidak ada penjelasan, pihaknya akan menyerahkan keputusan kepada presidium dari perwakilan tujuh fakultas.
“Keputusan selanjutnya akan ditentukan oleh presidium, yang akan menilai langkah terbaik untuk diambil,” jelasnya.
Sementara itu, Ketua IKA Fakultas Arsitektur dan Desain (FAD) UPN Veteran Jatim Diyan Lesmana menegaskan bahwa dukungan pribadi tidak boleh mencampuri integritas organisasi.
“Secara personal, saya melihat ada dukungan untuk salah satu calon kandidat kepala daerah tersebut. Sebagai pengurus, kami mengingatkan bahwa tindakan tersebut harus terukur dan terkonfirmasi kepada kami,” tegasnya.
Ia menambahkan, meskipun anggota diperbolehkan berpolitik secara personal, namun mereka tidak diperkenankan membawa simbol atau identitas IKA dalam dukungan tersebut.
“Berpolitik secara personal, individu, silahkan. Kami tidak membatasi itu, tapi kalau membawa simbol, membawa institusi IKA UPN kami keberatan. Apalagi, belum ada koordinasi dengan kami sebagai ketua ikatan alumni,” tambahnya.
IKA UPN Veteran Jatim pun berharap agar seluruh anggota memahami pentingnya menjaga integritas. Sebab, fokus utama organisasi pada pengembangan alumni, bukan pada keterlibatan dengan partai politik atau calon kepala daerah.
Lewat pernyataan sikap ini, IKA UPN Veteran Jatim ingin memastikan bahwa lembaga alumni tetap berperan sebagai wadah sosial yang mendukung kerukunan dan kolaborasi di antara alumni tanpa terpengaruh oleh dinamika politik.
Adapun isi pernyataan sikap IKA UPN Veteran Jatim terhadap Pilkada Serentak 2024 sebagai berikut :
1. Alumni UPN Veteran Jawa Timur pada dasarnya terdiri dari individu-individu yang memiliki beragam latar belakang profesi, golongan, keyakinan politik, dan preferensi pribadi.
2. Mengajak seluruh alumni UPN Veteran Jawa Timur menjaga keadaban publik dan bersama-sama menciptakan suasana Pemilihan Umum Kepala Daerah Serentak tahun 2024 yang damai penuh kegembiraan, dengan cara mengutamakan pendidikan politik bagi masyarakat dan meningkatkan partisipasi dengan menjunjung tinggi norma dan etika serta saling menghormati perbedaan politik/pilihan.
3. Menolak politisisasi Ikatan Alumni UPN Veteran Jawa Timur untuk kepentingan pribadi dan politik tertentu dengan mendukung salah satu calon bupati/wali kota/gubernur.
4. Melarang keras kepada siapa saja yang mengatasnamakan dan membawa simbol-simbol Ikatan Alumni UPN Veteran Jawa Timur untuk mendukung salah satu pasangan calon gubernur/wakil gubernur Jawa Timur.
5. Meminta kepada oknum-oknum yang telah mengatasnamakan dan membawa simbol-simbol Ikatan Alumni UPN Veteran Jawa Timur di dalam mendukung salah satu pasangan calon bupati/wali kota/gubernur meminta maaf dan mencabut dukungan kepada salah satu pasangan calon calon bupati/wali kota/gubernur secara terbuka dan dipublikasi melalui media lokal dan nasional dalam waktu 1 x 24 jam setelah pernyataan sikap ini dilakukan.
6. Meminta kepada Bapak Rektor UPN Veteran Jawa Timur melalui Wakil Rektor 3 (tiga) segera mengambil langkah-langkah strategis menyikapi permasalahan ini untuk menjaga kondusifitas dan efektifitas Ikatan Alumni UPN Veteran Jawa Timur. [ipl/kun]






