Surabaya (beritajatim.com) – Wakil Gubernur Jawa Timur 2019-2024, Emil Elestianto Dardak, menekankan pentingnya kolaborasi antara masyarakat dan pemerintah dalam menyalurkan keberkahan kepada sesama.
Hal ini disampaikannya saat memberikan pidato di acara Peringatan Maulid Nabi Muhammad 1446 H dan Milad ke-3 Posko Kebaikan Warung Makan Gratis Surabaya, yang diselenggarakan oleh Yayasan Masjid Pemuda Indonesia di Masjid Pemuda Konsulat, Surabaya.
Emil mengungkapkan bahwa konsep berbagi keberkahan bukan hanya tentang membantu yang kurang mampu, namun juga bagaimana masyarakat yang lebih mampu memperoleh keberkahan melalui aksi sosial.
“Seyogyanya mereka butuh saudara-saudari untuk menyalurkan keberkahan itu dan memperoleh keberkahan,” kata Emil.
“Jadi sebenarnya menyalurkan berkah itu bukan dari yang mampu ke yang kurang mampu, tapi sebaliknya. Masyarakat yang mampu butuh mendapatkan penyaluran berkah itu,” tambah Emil.
Dalam kesempatan tersebut, Emil juga menyoroti pentingnya menjaga ruang kepedulian sosial agar terus terjalin di masyarakat. Ia mengapresiasi program makan bergizi gratis yang tengah ramai diperbincangkan dan menyebutnya sebagai contoh nyata bagaimana kepedulian bisa saling bahu-membahu mendukung.
“Nah ini tidak kita tutup, agar kepedulian sosial masih terus terjalin. Bahkan kita maksimalkan,” ujar Emil.
Emil mengajak masyarakat yang mampu untuk berkolaborasi dengan pemerintah. Menurut dia, hal ini demi kemaslahatan umat.
“Misalnya pemerintah baru sanggup membebaskan SPP di sekolah, menggratiskan biaya sekolah, tapi masih ada kebutuhan lain seperti seragam dan ongkos. Di sini masyarakat yang lebih mampu bisa ikut berperan,” katanya.
Emil juga berbagi pengalamannya saat menjadi Bupati Trenggalek di usia 30-an, di mana ia sering melihat pekerja migran yang menyalurkan rezekinya kepada keluarga di kampung untuk berbagai kegiatan sosial.
Awalnya, Emil merasa harus bergerak cepat agar pemerintah bisa berkontribusi lebih dahulu, namun kemudian ia menyadari bahwa kolaborasi lebih penting daripada persaingan.
“Akhirnya kita sepakat berkolaborasi, bukan bersaing antara pemerintah dengan masyarakat. Kita bikin posko bersama, namanya Posko Getan (Gerakan Tengok Bawah Kemiskinan),” kenang Emil.
Posko tersebut dijaga oleh pasukan berbaju pink, yang aktif membantu pemerintah dalam mencari warga yang membutuhkan bantuan.
Emil menekankan bahwa gerakan sosial ini bukanlah upaya untuk menyaingi pemerintah, tetapi justru memperluas kepedulian masyarakat di seluruh Indonesia.
“Insya Allah ini justru bukan kebut-kebutan dengan pemerintah, tapi akan membantu memperluas kepedulian kita dengan masyarakat di seluruh penjuru Indonesia,” kata Emil.
Emil pun berharap, semangat milad Posko Kebaikan Warung Makan Gratis ini akan terus berlanjut dan menjadi inspirasi bagi gerakan sosial lainnya. “Mudah-mudahan milad ke-3 ini bisa terus bertahan hingga ke-10, bahkan ke-100 dengan kebersamaan kita semuanya,” pungkas Emil. [asg/beq]






