Surabaya (beritajatim.com) – Upaya mengentaskan stunting di Indonesia tampaknya sedang gencar untuk dilakukan oleh berbagai pihak. Termasuk PT Midi Utama Indonesia, Tbk atau Alfamidi, yang turut membantu anak-anak di sejumlah wilayah untuk lepas dari kondisi stunting.
Menurut data dari Kementerian Kesehatan, terdapat 4,5 juta anak balita Indonesia yang mengalami gizi kurang (wasting) dan 760.000 anak dengan status gizi buruk. Oleh karena itu, pemerintah mendorong keterlibatan banyak pihak dalam mengentaskan stunting di Indonesia.
“Melalui program corporate social responsibility (CSR), Alfamidi pun turut berupaya meningkatkan gizi selama 6 bulan dengan cara memberikan telur dan makanan pendamping bergizi lainnya,” ujar Retriantina Marhendra, selaku Corporate Communication Alfamidi.
Menurutnya, bantuan 60 telur per bulan ini juga didasari atas pertimbangan, bahwa satu butir telur mengandung sekitar 6 gram protein dan memiliki sejumlah vitamin A, B, D, K, kolin, selenium, yodium, fosfor, besi dan seng.
Selain itu, sumber asam amino, kolin dan omega-3 yang terdapat di dalam telur mampu mendukung pertumbuhan dan perkembangan saraf serta jaringan otak anak. Dengan begitu, para balita di bawah usia 5 tahun di beberapa daerah dapat ditingkatkan status gizinya.
“Berbagai pihak harus tergerak untuk mengentaskan stunting di Indonesia. Oleh sebab itu, Alfamidi berkomitmen melalui program CSR penanganan stunting ini agar dapat memberikan manfaat positif bagi anak-anak Indonesia,” pungkasnya.
Terlebih untuk mendorong hadirnya generasi emas, Alfamidi berharap, program penanganan stunting yang sudah menjangkau puluhan anak ini, bisa berlanjut di wilayah lainnya seperti Bekasi, Boyolali, Pasuruan, Samarinda, Palu dan Ambon terhadap 290 anak di tahun 2024.
Kasiyani, salah satu orang tua asal Ternate yang menerima bantuan program tersebut, mengaku sangat mengapresiasi dan sangat terbantu atas program ini.
Putrinya yang bernama Aisyah Sabian, telah menerima bantuan di tahun 2023 berupa 60 butir telur dan susu setiap bulannya selama 6 bulan.
“Setelah dapat bantuan dan masuk dalam program ini, Alhamdulillah makannya enak dan perkembangannya pun semakin bagus,” ungkapnya.
Sang ibu juga mengungkapkan bahwa, Aisyah yang telah berusia tiga tahun tersebut, kini tumbuh semakin lincah, tinggi badan, dan berat badannya pun naik.
Senada dengan seorang ibu asal Bombana, Kendari, Sulawesi Tenggara, Danradatu. Ibu empat orang anak ini mengungkapakan bahwa dirinya kini semakin tahu manfaat penanganan stunting. Terlebih setelah anaknya menjadi salah satu penerima program.
“Alhamdulillah terbantu dengan adanya program ini. Dengan adanya program ini jadi lebih tahu lagi perkembangan anak sesuai usianya,” ucapnya.
Stunting sendiri pada dasarnya terjadi saat anak kekurangan zat gizi mikro seperti vitamin A, zat besi, folat dan seng. Defisiensi mikronutrien tersebut dapat memengaruhi perkembangan fisik dan kognitif anak serta meningkatkan infeksi.
Plh Sekda Tapanuli Tengah, Erman Syahrin Lubis mengapresiasi program dari Alfamidi tersebut atas komitmennya mendukung percepatan penurunan stunting di Tapanuli Tengah.
“Pemberian bantuan berupa penyediaan telur sebagai sumber protein penting untuk mendukung gizi anak-anak di wilayah Kabupaten Tapanuli Tengah,” kata Erman. (fyi/ian)






