Gresik (beritajatim.com) – Dampak kekeringan yang melanda Kabupaten Gresik mengakibatkan 64 desa mengalami krisis air bersih.
Desa-desa tersebut tersebar di 12 kecamatan, dengan sumber air seperti sumur dan embung (waduk tadah hujan) yang biasanya menjadi andalan warga kini mengering total.
Untuk memenuhi kebutuhan air, sebagian warga mengandalkan bantuan distribusi air bersih dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Gresik. Namun, sebagian lainnya harus merogoh kocek hingga ratusan ribu rupiah per minggu untuk membeli air bersih.
Salah satu desa yang terdampak parah adalah Desa Tenggor di Kecamatan Balongpanggang. Ketika truk BPBD datang mengirimkan air, ratusan warga segera bergegas membawa wadah seperti jeriken, ember, dan apa saja yang bisa digunakan. Bahkan, warga lanjut usia (lansia) pun ikut berdesak-desakan demi mendapatkan air bersih.
Jumiati (54), salah satu warga yang turut mengantri, menjelaskan bahwa krisis air sudah berlangsung selama empat bulan terakhir karena sumur di desanya mengering. Ia berharap distribusi air bersih dari BPBD dapat terus berlanjut, mengingat situasi semakin kritis.
“Sumur dan embung sudah kering. Kami hanya bergantung pada bantuan air bersih,” ujar Jumiati pada Jumat (20/9/2024).
Kepala Desa Tenggor, Kowinanto, mengungkapkan bahwa droping air bersih dari BPBD menjadi satu-satunya sumber air bagi warga untuk kebutuhan sehari-hari seperti memasak dan keperluan rumah tangga lainnya.
“Sudah empat bulan terakhir warga kesulitan mendapatkan air bersih. Sumber air kami seperti sumur dan waduk telah mengering akibat musim kemarau yang panjang,” jelas Kowinanto.
Sukardi, Kepala BPBD Gresik, menyatakan bahwa pihaknya mengirimkan 25 ribu liter air bersih setiap hari ke desa-desa terdampak, setara dengan lima mobil tangki.
“Hingga kini, BPBD telah mendistribusikan hampir 400 ribu liter air bersih, atau sekitar 375 mobil tangki, ke desa-desa yang membutuhkan,” tutup Sukardi.
Krisis air bersih ini diharapkan segera teratasi dengan adanya penambahan distribusi air bersih untuk mencukupi kebutuhan warga yang semakin mendesak. (ted)






