Sumenep (beritajatim.com) – Bupati Sumenep, Ach. Fauzi Wongsojudo memberikan perhatian serius terhadap meningkatnya angka pengangguran terbuka.
“Saat ini angka pengangguran terbuka di Sumenep 1,76 persen. Memang itu masih terendah se-Jawa Timur, tetapi itu mengalami kenaikan. Sebelumnya angka pengangguran kita 1,36 persen,” katanya, Kamis (19/09/2024).
Menurut Fauzi, naiknya angka pengangguran terbuka itu karena memang jumlah usia produktif yang mencari pekerjaan setiap tahun bertambah.
“Surveinya kan tahun lalu. Sementara sekarang angkatan usia kerja banyak yang baru lulus. Otomatis kan itu menambah jumlah pencari kerja. Makin tahun makin banyak,” urainya.
Karena itulah, Bupati mendukung penyelenggaraan ‘Job Fair’ yang bisa menjadi salah satu solusi mengurangi angka pengangguran. Namun demikian, juga perlu dilakukan terobosan lain untuk menekan pertumbuhan angka pengangguran.
“Tidak sekedar menyediakan lowongan pekerjaan untuk mengurangi pengangguran, tetapi juga dengan program pemberdayaan, pelatihan, dan kewirausahaan,” tandasnya.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), Sumenep merupakan kabupaten dengan tingkat pengangguran terbuka (TPT) terendah di Jawa Timur selama 2021-2023.
Pada 2021, TPT Sumenep berada di angka 2,31 persen, kemudian tahun 2022 menjadi 1,36 persen, dan tahun 2023 naik, ada kenaikan menjadi 1,71 persen. (tem/ian)






