Malang (beritajatim.com) – Koperasi Susu Sae Pujon, Kabupaten Malang siap menjadi supporting program makan siang gratis yang dicanangkan oleh Presiden terpilih Prabowo Subianto – Gibran Rakabuming Raka.
Hal tersebut disampaikan langsung oleh Kepala Bagian Pengembangan Sumber Daya Manusia dan Pengembangan Sapi Perah, Koperasi Sae Pujon, Yusfian Dwi Cahyo.
Koperasi susu segar dari Pujon, Kabupaten Malang sejauh ini, menjadi salah satu produk unggulan yang dipamerkan dalam kunjungan kerja Kemenhan Republik Indonesia, beberapa waktu lalu.
Koperasi Susu Sae Pujon memiliki peluang menjadi supporting program makan siang gratis, khususnya di wilayah Jawa Timur.
Menurut Yusfian, Koperasi Sae Pujon memiliki kurang lebih 9 ribu ekor sapi perah yang dikelolah oleh 5 ribu peternak di Kecamatan Pujon. Hasil produksinya sendiri, mencapai 96 hingga 100 ton susu segar perhari.
“Produk kami fokus di fresh milk, jadi kami ada pengolahan susu juga. Ada unit pabrik pasteurisasi, karamel, ice cream, yoghurt, susu pasteurisasi yang kita kirimkan ke kafe susu,” ujar Yusfian belum lama ini.
Selain diolah menjadi sejumlah produk yang nantinya di jual di kafe susu Pujon, hasil produksinya juga dikirimkan ke 4 Tempat Penampungan Susu (TPS). Diantaranya yakni frisian flag Indonesia, nestle hingga ultra jaya daimon.
“Hampir satu hingga dua ton per hari hanya untuk pengolahan produk yang dikirimkan ke kafe susu. Untuk konsumtifnya paling besar frisian flag indonesia,” tambahnya.
Disinggung terkait kesiapan menjadi supporting program makan siang gratis atau program nasional, ia menerangkan, sejauh ini peningkatan produktifitas terus dilakukan melalui berbagai upaya.
Salah satunya yakni, dengan menjalankan program pengembangan sapi perah di tingkat peternak. Melalui program tersebut, akan ada peningkatan produksi susu hampir 4 liter per ekor sapi dalam sehari.
“Jika program tersebut berjalan, satu ekor sapi tidak lagi menghasilkan 11-12 liter susu per ekor setiap hari. Namun bisa dioptimalkan mencapai 16-20 liter perhari untuk skala peternak,” tambahnya.
Yusfian optimis mampu jika dilibatkan dalam program nasional. Dengan harapan para peternak di Pujon nantinya, bisa kembali sejahtera, terlebih paska wabah Penyakit Mulut dan Kaki (PMK) beberapa tahun lalu.
“Utamanya kalau kita bisa lebih terus berkembang, karena kita menaungi banyak peternak, jadi tidak hanya program pemerintah. Sehingga harapannya peternak kesejahteraannya lebih meningkat,” pungkasnya.
Sebelumnya, Kementerian Petahanan (Kemenhan) Republik Indonesia mulai lakukan persiapan untuk menjalankan program makan siang gratis yang menjadi program unggulan Presiden terpilih Prabowo Subianto – Gibran Rakabuming Raka. Persiapan tersebut dimulai dengan melaksanakan kunjungan kerja di wilayah Kabupaten Malang.
Guna mendukung program nasional itu, Kabupaten Malang ditargetkan memasok kebutuhan komoditas program makan siang gratis di wilayah Jawa Timur sebesar 20 hingga 30 persen. (yog/ted)






