Surabaya (beritajatim.com) – Presiden EAROPH (Eastern Regional Organisation for Planning and Human Settlements) sekaligus mantan Wakil Gubernur Jawa Timur, Emil Elestianto Dardak menceritakan perjuangan panjang dalam membangun infrastruktur di pesisir selatan Jawa.
Ia menggambarkan betapa sulitnya mengubah kondisi ekonomi dan pembangunan di kawasan pesisir yang selama ini tertinggal dibanding pesisir utara.
Emil mengingatkan bahwa Indonesia adalah negara strategis yang diapit oleh Samudra Pasifik dan Samudra Hindia. Namun, ironisnya, wajah pesisir selatan yang menghadap ke Samudra Hindia masih jauh tertinggal dibandingkan pesisir utara.
“Secara ekonomi terjadi disparitas yang sangat signifikan antara utara dan selatan Jawa,” ujar Emil saat memberikan pidato di acara Wisuda Sarjana STIAMAK Barunawati Surabaya di Hotel Morazen.
Emil bercerita, ketika menjabat sebagai Bupati Trenggalek pada 2016, dia berusaha keras untuk mengembangkan pesisir selatan, khususnya dalam hal konektivitas laut. Kondisi alam yang bergunung dan laut dengan ombak tinggi membuat pembangunan pelabuhan di pesisir selatan jauh lebih sulit dibandingkan pesisir utara.
Namun, dengan semangat dan kolaborasi, Emil berhasil mendorong terwujudnya pelayaran jarak pendek atau “short sea shipping” sebagai solusi transportasi di wilayah tersebut.
“Saya tidak ingin hanya menjawab pertanyaan apakah lebih murah mengirim barang lewat darat atau laut. Saya bercita-cita agar daerah-daerah selatan ini bisa berdagang satu sama lain tanpa harus melewati jalur utara,” ungkap Emil, mengingat kembali argumen yang ia sampaikan saat itu.
Menurutnya, daerah-daerah pesisir selatan Jawa ibarat “lidi yang berdiri sendiri, gampang dipatahkan.” Namun, jika daerah-daerah ini terhubung, mereka akan menjadi kuat seperti sapu lidi.
Perjuangan Emil dalam mendorong pembangunan pelabuhan di Teluk Prigi, Jawa Timur, akhirnya membuahkan hasil. Pada 2018, Emil turut meresmikan pelayaran tol laut pertama yang menghubungkan Cilacap dan Banyuwangi. Peresmian ini menjadi momen bersejarah bagi pesisir selatan Jawa yang selama ini terpinggirkan.
“Jalan untuk mewujudkan sebuah mimpi besar itu tidak mudah. Banyak pertanyaan yang jawabannya seakan-akan sudah pasti ‘tidak bisa’, tapi kita harus merubah perspektif. Kolaborasi menjadi kunci keberhasilan,” kata Emil.
Pelabuhan di Teluk Prigi kini menjadi salah satu tonggak penting dalam menghubungkan wilayah-wilayah di pesisir selatan. Emil optimis bahwa dengan pembangunan infrastruktur yang berkelanjutan, pesisir selatan tidak lagi menjadi wilayah yang terisolasi, melainkan menjadi bagian penting dari jalur ekonomi yang menghubungkan Samudra Hindia.
“Pesisir selatan kini tidak lagi berdiri sendiri. Dengan tol laut ini, daerah-daerah selatan telah terkoneksi, memperkuat perekonomian dan menunjukkan bahwa Indonesia juga gagah di Samudra Hindia,” pungkasnya.[asg/ted]






