Surabaya (beritajatim.com) – Lyona Vyoletta, gadis Surabaya memenangkan Ajang kecantikan Miss Tionghoa Indonesia 2024 kategori dewasa, yang baru saja usai digelar di Surabaya.
Siswi kelas 9 Happy Family School Surabaya ini memiliki bakat di bidang modeling dan akting. Selain itu, ia juga sangat fasih berbahasa Mandarin dan memiliki ketertarikan pada budaya Tionghoa.
Ajang kecantikan Miss Tionghoa Indonesia 2024 yang baru saja usai digelar di Surabaya sukses menyita perhatian publik. Lebih dari sekadar perlombaan kecantikan, ajang ini telah membuktikan dirinya sebagai platform yang efektif dalam mencetak generasi muda Tionghoa yang cerdas, berbakat, dan memiliki kepedulian sosial yang tinggi.
Ajang ini menobatkan 3 pemenang utama dari 3 kategori yakni Naura Vanessa Sandia (kategori Anak-Anak), Hitadewi Abhassara (kategori Remaja), dan Lyona Vyoletta (kategori Dewasa).
Ketiganya telah menunjukkan bahwa kecantikan sejati tidak hanya terletak pada fisik, tetapi juga pada kepribadian dan prestasi yang diraih.
“Banyak pelajaran berharga dan pasti bermanfaat untuk kehidupan saya di masa depan,” tuturnya.
Dikatakan, kesempatan berharga yang diperoleh selama menjalani karantina adalah ketemu dengan banyak orang dan menambah wawasannya tentang berorganisasi.
“Saya dapat pembekalan sangat berarti, tak hanya ilmu modeling dan catwalk, tetapi juga yang berkaitan dengan kesehatan mental. Bekal itu akan membuat saya menjadi orang yang lebih baik untuk mencapai prestasi yang lebih tinggi lagi ke depannya,” imbuhnya.
Sementara Naura Vanessa Sandia, gadis cilik asal Bengkulu ini berhasil memukau dewan juri dengan kecerdasan dan kepercayaan dirinya. Selain aktif di berbagai kegiatan ekstrakurikuler, Naura juga memiliki minat yang tinggi pada bidang seni dan budaya.
Dan Hitadewi Abhassara, remaja asal Jakarta ini dikenal sebagai sosok yang aktif dan peduli terhadap lingkungan. Ia sering terlibat dalam berbagai kegiatan sosial dan kampanye pelestarian lingkungan.
Miss Tionghoa Indonesia 2024 bukan hanya sekadar ajang untuk mencari wajah-wajah cantik. Acara ini juga menjadi wadah bagi para peserta untuk mengembangkan diri dan memperluas jaringan. Selama masa karantina, para peserta mengikuti berbagai pelatihan, seperti kelas bahasa Mandarin, pelatihan catwalk, pengembangan diri, dan kelas budaya Tionghoa.
“Kami ingin mencetak generasi muda Tionghoa yang tidak hanya cantik secara fisik, tetapi juga memiliki kecerdasan emosional dan spiritual yang tinggi,” ujar Roy E Mahieu, pendiri Peraga Indonesia.
Ajang Miss Tionghoa Indonesia 2024 juga memberikan pesan positif bagi masyarakat, terutama generasi muda. Acara ini menunjukkan bahwa perempuan Tionghoa Indonesia memiliki potensi yang besar untuk berkontribusi dalam pembangunan bangsa.
Pilihan Surabaya sebagai tuan rumah Miss Tionghoa Indonesia 2024 merupakan langkah yang tepat. Kota Pahlawan ini telah menunjukkan kemampuannya dalam menyelenggarakan acara berskala nasional. Selain itu, Surabaya juga memiliki komunitas Tionghoa yang besar dan aktif.[rea/ted]






