Ponorogo (Beritajatim.com) – Sejumlah wilayah di Kabupaten Ponorogo mengalami krisis air bersih akibat kemarau panjang yang melanda. Menyikapi hal ini, Gereja Kristen Jawi Wetan (GKJW) Ponorogo berkolaborasi dengan relawan Gusdurian mengadakan aksi sosial untuk membantu warga terdampak.
Mereka melakukan droping air bersih di Desa Gelang Kulon, Kecamatan Sampung, Ponorogo, dengan menyasar belasan kepala keluarga (KK) yang mengalami kesulitan mendapatkan pasokan air bersih selama beberapa bulan terakhir.
Sebanyak 8.000 liter air bersih didistribusikan kepada warga yang sangat bergantung pada sumur yang telah mengering akibat cuaca ekstrem tahun ini. Bantuan ini disambut dengan antusias dan penuh syukur oleh masyarakat setempat. Bagi mereka, air bersih merupakan kebutuhan vital yang semakin sulit diperoleh di tengah kemarau panjang yang berkepanjangan.
“Alhamdulillah, dapat bantuan air bersih. Sangat membantu sekali melihat keadaan saat ini yang kemarau panjang,” kata Harianti, salah satu warga Desa Gelangkulon, Senin (16/09/2024).
Menurut Pdt. Prakoso Adiputro Wibowo, Penasehat Relawan GKJW Ponorogo, aksi sosial ini merupakan bentuk nyata dari kepedulian terhadap masyarakat yang terdampak kemarau panjang.
Selain mendistribusikan air bersih, tim relawan juga memberikan layanan cek kesehatan gratis kepada warga desa. Layanan ini bertujuan untuk memastikan kondisi kesehatan masyarakat tetap terjaga.
Terutama di tengah tantangan musim kemarau yang tak hanya memengaruhi akses air bersih, tetapi juga dapat berdampak negatif pada kesehatan fisik.
Dengan adanya pemeriksaan kesehatan ini, warga dapat mengetahui kondisi kesehatannya dan mendapatkan penanganan medis jika diperlukan.
“Kami berharap bantuan ini bisa meringankan beban warga, meskipun ini hanya solusi jangka pendek. Ke depan, kami juga berencana melakukan upaya lain untuk membantu mengatasi krisis air bersih ini,” ungkapnya.
Kegiatan droping air bersih dan layanan kesehatan gratis ini tidak hanya memberikan solusi sementara atas krisis air bersih, tetapi juga menjadi simbol kebersamaan dan solidaritas antar umat beragama di Ponorogo.
Abdillah Muiz, salah satu relawan Gusdurian, menekankan pentingnya semangat gotong royong dalam membantu sesama, terutama di saat-saat krisis seperti ini.
Aksi kemanusiaan ini diharapkan dapat menginspirasi lebih banyak pihak untuk berkontribusi membantu warga yang mengalami kesulitan akibat kemarau berkepanjangan.
“Aksi ini adalah bukti bahwa kita semua, meskipun berbeda latar belakang agama dan keyakinan, bisa bekerja sama untuk memberikan manfaat bagi masyarakat yang membutuhkan,” tutup Abdillah Muiz. (end/ian)






