Mojokerto (beritajatim.com) – Tradisi kersen kembali digelar warga Dusun Mengelo, Desa Sooko, Kecamatan Sooko, Kabupaten Mojokerto, Senin (16/9/2023). Ratusan warga berebut barang-barang yang tergantung di dua pohon kersen yang sengaja ditanam di tengah jalan dusun tepat depan Masjid Darusalam.
Dua pohon kersen berisi aneka buah-buahan dan sayuran di tata rapi di bagian bawah pohon, sementara di bagian dahan digantung barang-barang. Seperti sandal, sepatu, kopyah, topi dan pakaian. Ini merupakan tradisi warga Dusun Mengelo dalam rangka peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW.
Tak hanya kaum bapak, pemuda dan anak-anak, namun emak-emak pun ikut berebut barang-barang yang ada di pohon kersen tersebut. Mereka berebut tempat terdepan untuk mendapatkan barang incarannya. Alhasil, doa belum usai dibacakan langsung diserbu warga yang sudah menunggu.
Riuh suara warga meminta barang-barang yang ada di pohon kersen lantaran ada sejumlah warga yang memanjat. Penggunaan pohon kersen dipercaya mengandung makna filosofi ini merupakan tradisi turun temurun dari nenek moyang warga Dusun Mangelo setiap peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW.
Bahkan warga yang bekerja di luar kota, pulang kampung untuk mengikuti tradisi tersebut. Mereka juga terlibat menyukseskan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW sengan berpartisipasi memberikan donasi atau barang untuk digunakan menghias pohon kersen.
Sementara itu, Takmir Masjid Darusalam, Muhammad Nizar mengatakan, kegiatan tersebut merupakan budaya dan tradisi turun-temurun. “Kyai-kyai ditanya, tidak tahu sejak kapan? Ini merupakan simbol kemakmuran, kesuburan karena di waktu Rasulloh belum lahir. Mekkah negara yang sangat kering,” ungkapnya.
Namun setelah Nabi Muhammad SAW lahir, lanjut Pengasuh Pondok Pesantren (Ponpes) An-Nahdliyah ini, semua tumbuhan bisa tumbuh dengan subur dan berbuah. Dari kisah tersebut, warga Dusun Mergelo menggelar tradisi kersen dengan menghadirkan berbagai barang, pakaian, buah-buahan dan sayur.
“Ini merupakan sedekah dari kampung yang diperuntukkan untuk semua orang yang hadir ikut merayakan Maulid Nabi, bebas tidak terbatas karena tidak ada undangan. Memang umum untuk semua khalayak ramai, semua masyarakat Mojokerto bisa hadir dan bisa merebut serta menikmati yang ada di pohon kersen,” katanya.
Di pohon kersen tersebut berisi beragam mulai hasil karya dan produksi Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) warga Dusun Mengelo, hasil pertanian serta perkebunan. Dari kegiatan tersebut, warga Dusun Mengelo tafakur (merenung) dan tabarrok (mencari berkah), berharap khususnya warga Dusun Mengelo ini mendapatkan keberkahan dari langit.
“Harapannya kegiatan seperti ini akan dilestarikan karena kita memang mengambil barokah dan berharap dengan memperingati Maulud Nabi Muhammad SAW, kelak kita mendapatkan syafaat (pertolongan) Beliau baik ketika hidup di dunia maupun di akhirat,” harapnya. [tin/beq]







