Gresik (beritajatim.com) – Pasca mendeklarasikan bumbung kosong. Ratusan warga Pantura Gresik dari berbagai wilayah mengajak tidak golput, tapi memilih bumbung kosong saat pilkada serentak 27 November 2024.
Memet salah satu perwakilan dari Kecamatan Panceng menuturkan, alasan mendukung bumbung kosong karena demokrasi di Kabupaten Gresik tidak baik-baik saja. Terlebih pada pemilihan nanti hanya ada satu pasangan calon.
“Nantinya gerakan bumbung kosong akan terus disosialisasikan bertujuan memperbaiki Kabupaten Gresik kedepannya,” tuturnya, Minggu (15/9/2024).
Ia menjelaskan, bumbung kosong bukan berarti musuh pasangan calon. Tapi gerakan ini sebagai bentuk aspirasi masyarakat yang menginginkan pemimpin kedepa lebih mensejahterahkan masyarakat.
“Sosialisasi ini secara masiv terus digaungkan. Tidak hanya di Gresik Utara tapi juga di Gresik Selatan sampai bumbung kosong bisa unggul saat pemilihan nanti,” paparnya.
Aspirasi ini juga disampaikan oleh Agus M Jauhan Farhat. Deklarasi ini merupakan gerakan awal yang dilakukan oleh ratusan orang dari berbagai perwakilan wilayah.
“Jika bumbung kosong menang, maka Gresik akan dipimpin oleh Pj bupati yang tidak punya kepentingan dengan partai-partai politik,” ungkapnya.
M.Jauhan Farhat atau akrab yang disapa Gus Farhat mengatakan, tugas Pj Bupati hanya menjalankan program yang sudah ada. Hal yang sama pada fungsi legislatif.
“Melalui cara ini maka pilkada bisa dilakukan lagi untuk memilih pemimpin yang pro rakyat bukan buat kepentingan politik,” urainya. (dny/ted)






