Jakarta (beritajatim.com) – Kementerian Sosial Republik Indonesia melalui Sentra Mulya Jaya dan Sentra Handayani di Jakarta bergerak cepat untuk membantu pemulihan seorang anak perempuan berinisial NS, yang menjadi korban kekerasan fisik, psikologis, dan seksual oleh ayah tirinya.
Korban yang masih belia kini mendapatkan Asistensi Rehabilitasi Sosial (ATENSI) setelah dilaporkan oleh ibunya, Ariyani (45), kepada pihak kepolisian pada Juli 2023 lalu.
Bantuan Rehabilitasi dan Pemulihan Trauma
NS sebelumnya telah menjalani pemeriksaan dan perawatan di RSUD dr. Soediran Mangun Sumarso, Wonogiri, Jawa Tengah, tempat asal sang ibu. Berdasarkan keterangan Aida Fitriani, Pekerja Sosial Ahli Muda di Sentra Mulya Jaya, Jakarta, kondisi trauma NS mulai membaik, namun masih mengalami kambuhan emosional yang tidak terkendali pada waktu-waktu tertentu.
Untuk membantu proses pemulihan emosinya, pada Senin (02/09/2024), Sentra Mulya Jaya dan Sentra Handayani memberikan bantuan berupa nutrisi, kasur, serta alat terapi seni seperti kanvas, cat warna, dan alat lukis. Bantuan ini diharapkan dapat membantu korban menyalurkan emosinya secara positif melalui art therapy.
Dukungan Ekonomi untuk Ibu Korban
Selain fokus pada pemulihan NS, Kementerian Sosial juga memberikan bantuan kewirausahaan kepada Ariyani, ibu korban, yang saat ini bekerja sebagai asisten rumah tangga dengan penghasilan Rp 700.000 per bulan.
Untuk memenuhi kebutuhan hidupnya dan anaknya, Ariyani juga berjualan makanan ringan dengan penghasilan tambahan sekitar Rp 500.000 per bulan. Meski demikian, penghasilannya masih jauh dari cukup, terutama dengan beban biaya kontrakan sebesar Rp 700.000 per bulan.
Kementerian Sosial memberikan bantuan berupa peralatan dan bahan untuk membuat cheestik, termasuk blender, penggiling, serta bahan baku seperti tepung dan mentega. Ariyani merasa sangat terbantu dengan adanya bantuan tersebut.
“Saya sangat bersyukur, tetangga sering membantu, dan RT juga meminjamkan motor untuk berjualan. Sekarang, bantuan dari Kemensos sangat berarti bagi saya,” ujarnya dengan haru.
Pemantauan Berkelanjutan oleh Kementerian Sosial
Tidak berhenti di situ, Kementerian Sosial terus berkoordinasi dengan pendamping Program Keluarga Harapan (PKH) agar bantuan PKH untuk Ariyani segera terealisasi.
Pekerja sosial dari Sentra Mulya Jaya dan Sentra Handayani juga terus memantau perkembangan usaha Ariyani dan memastikan bahwa NS berada dalam lingkungan yang aman untuk tumbuh dan berkembang sesuai usianya. Komunikasi yang intensif terus dijalin untuk memastikan proses rehabilitasi dan pemberdayaan berjalan optimal.
Melalui berbagai bentuk bantuan ini, diharapkan NS dan keluarganya dapat bangkit dari trauma serta meningkatkan kesejahteraan mereka secara bertahap. [ian]






