Jember (beritajatim.com) – Mahkamah Konstitusi memperbolehkan calon kepala daerah dan wakilnya berkampanye di kampus. Namun Rektor Iwan Taruna yakin dua pasangan peserta pemilihan kepala daerah Kabupaten Jember, Jawa Timur, tidak akan tertarik berkampanye di Universitas Jember.
“Saya yakin itu tidak menarik bagi calon. Suarane gak sepiro, tapi debate nggarai ngelu (suara yang diperoleh tidak seberapa, tapi perdebatannya membuat pusing, red). Jadi biasanya tidak akan pernah menarik,” kata Iwan, usai acara sosialisasi Empat Pilar MPR RI, di Gedung Soetardjo, Kabupaten Jember. Jawa Timur, Jumat (13/09/2024).
“Seperti yang disampaikan beberapa tim sukses, bahwa sebetulnya di sana (kampus) tidak terlalu signifikan. Tidak banyak. Materinya berat, tapi signifikansi suaranya tidak besar. Lebih banyak kritik. Mending menyusuri daerah-daerah kan lebih (menjanjikan suara),” kata Iwan.
Namun Iwan tetap membuka pintu sebagaimana yang ditentukan MK. “Kami sebetulnya tidak pernah tertutup terhadap kampanye di kampus. Tapi kan ada ketentuan yang berlaku,” katanya.
Menurut Iwan, konsensus Majelis Rektor Perguruan Tinggi Negeri Indonesia menyarankan tidak ada kampanye dalam kampus. “Itu sebaiknya tidak diterima. Tapi kita kan tidak bisa begitu juga. Boleh kalau misalkan kampus mempunyai ruang untuk membuka ini. Tapi sifatnya harus dialogis. Tidak boleh mengganggu perkuliahan,” katanya.
Iwan memilih menanti peraturan dari Komisi Pemilihan Umum soal kampanye dalam kampus ini. Aturan itu nantinya akan dikombinasikan dengan peraturan internal Unej. “Tidak boleh bawa gambar partai. Sifatnuya dialogis dan kalau bisa pesertanya civitas akademika saja, sehingga calon-calon tadi program-programnya diadu di depan adik-adik dan civitas akademika,” katanya
Sebelumnya, Ketua Hendy Siswanto Center (HSC) Ahmad Hanafi menilai kampus cocok untuk menguji gagasan dalam pemilihan kepala daerah (pilkada) di Kabupaten Jember. HSC adalah tim relawan pemenangan pasangan Hendy Siswanto dan Muhammad Balya Firjaun Barlaman.
“Kalau ada ruang, kami akan ke sana untuk menguji gagasan-gagasan dan program kerja yang akan disampaikan kepada publik. Saya kira tempat yang paling strategis untuk menguji gagasan adalah dunia kampus,” kata Hanafi.
Senada, kubu pengusung calon bupati Muhammad Fawait dan calon wakil bupati Djoko Susanto siap berkampanye di kampus. “Kami coba akan berkomunikasi dan berkoordinasi dengan tim dan kampus, apakah berkenan atau tidak. Kami melihat situasi dan perkembangan yang ada,” kata Ketua Dewan Pimpinan Cabang Partai Gerindra Jember Ahmad Halim. [wir]






