Gresik (beritajatim.com)– Sebanyak 10 desa di Kabupaten Gresik mulai merasakan dampak kekeringan. Guna memenuhi kebutuhan air bersih, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat melakukan dropping ke warga yang kesulitan mendapatkan air.
Kabid Kedaruratan dan Logistik (BPBD) Gresik, FX Driatmicko Herlambang menuturkan, berdasarkan laporan yang masuk saat ini ada 10 desa yang terdampak kekeringan. Semua desa tersebut berada di wilayah Kecamatan Balongpanggang, Kedamean, Cerme, dan Sidayu.
“Ada 10 desa yang membutuhkan air bersih. Di antaranya Desa Tenggor, Banjaragung, dan Ganggang di Kecamatan Balongpanggang,” tuturnya, Kamis (12/9/2024).
Desa lainnya yang juga terdampak kekeringan, lanjut dia, antara lain Mojowuku dan Cerme Lor di Kecamatan Kedamean, Desa Dooro, Dampaan, dan Sukoanyar di Kecamatan Cerme, Desa Geluranploso Kecamatan Benjeng, dan Desa Randuboto di Kecamatan Sidayu.
“Terkait dengan kekeringan itu, kami mengirim 2 truk tanki bersih yang didistribusikan ke warga,” ungkapnya.
Micko menambahkan, tidak menutup kemungkinan jumlah desa yang mengalami kekeringan akan bertambah lagi mengingat siklus musim kemarau masih berkepanjangan. “Kalaupun ada desa yang meminta bantuan kami siap membantu tanpa dipungut biaya alias gratis,” imbuhnya.
Sementara itu, secara terpisah Satlantas Polres Gresik juga mendistribusikan 25 ribu liter air bersih ke Desa Palebon, Kecamatan Duduksampeyan kepada warga yang kekurangan air.
Mobil tanki air dikerahkan untuk meringankan beban warga yang terdampak, dan menunjukkan bahwa polisi berkomitmen untuk memenuhi kebutuhan dasar warga.
“Bakti sosial ini bukti dedikasi kami kepada masyarakat Gresik. Kami hadir untuk mereka, melalui suka dan duka. Kami akan terus berjuang untuk presisi, tidak hanya dalam penegakan hukum tetapi juga dalam membantu dan mendukung masyarakat,” pungkas Kasatlantas AKP Derie Fradesca. [dny/beq]






