Pamekasan (beritajatim.com) – Dua dari 13 kecamatan di Pamekasan, yakni Kecamatan Pakong dan Pamekasan (Kota) dipastikan bebas dari kekeringan akibat musim kemarau yang terjadi pada tahun ini.
“Berdasar asesmen yang kita lakukan, hanya dua kecamatan di Pamekasan, dipastikan bebas dari kekeringan pada musim kemarau tahun ini, yakni Pakong dan Kecamatan Kota (Pamekasan),” kata Kalaksa BPBD Pamekasan, Akhmad Dhofir Rosidi, Kamis (12/9/2024).
Sementara untuk 11 kecamatan lainnya, terdeteksi terdampak kekeringan yang tersebar di 269 dusun di 76 desa berbeda di Pamekasan. Jumlah tersebut juga dituangkan dalam Surat Keputusan Bupati Pamekasan, Nomor 188/681/432.013/2024 tentang Penetapan Desa Penerima Bantuan Air Bersih Tahun 2024, tertanggal 2 Agustus 2024 lalu.
“Jadi kami sudah mengantongi daerah terdampak (kekeringan), namun tidak menutup kemungkinan bisa bertambah. Sehingga kami juga mendirikan Posko Tanggap Darurat Bencana Kekeringan 2024 di Kantor BPBD Pamekasan (Jl Jokotole), khawatir ada laporan masyarakat yang membutuhkan bantuan air bersih,” ungkapnya.
Berdasar data tersebut, terdapat penurunan titik kekeringan dibanding tahun sebelumnya. Sebab pada 2023 lalu, titik kekeringan tersebar di 321 dusun di 77 desa berbeda di 11 kecamatan di kabupaten setempat.
“Perbandingan titik kekeringan tahun ini dengan tahun lalu, jumlah dusun terdampak kekeringan berkurang sebanyak 52 titik dibanding, termasuk jumlah desa yang berkurang 1 titik dibanding tahun sebelumnya,” jelasnya.
Kekeringan di Pamekasan, diklasifikasikan menjadi dua jenis, yakni kekeringan langka dengan kebutuhan air di dusun berada di bawah 10 liter saja per orang per hari, dan jarak tempuh dari rumah warga ke sumber mata air terdekat sekitar 0,5 kilometer hingga 3 kilometer. “Untuk Kekeringan jenis langka tersebar di 188 titik,” imbuhnya.
Sementara untuk jenis kekeringan kritis, terjadi karena pemenuhan air di dusun mencapai 10 liter lebih per orang per hari dengan jarak yang ditempuh masyarakat untuk mendapatkan air bersih sejauh 3 kilometer bahkan lebih. “Angka kekeringan jenis kritis tersebar di 81 titik berbeda,” pungkasnya. [pin/aje]






