Malang (beritajatim.com) – Universitas Ma Chung membuka Program Studi Profesi Apoteker, setelah memperoleh Surat Keputusan dari Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Nomor 534/E/O/2024, yang dikeluarkan pada 5 Agustus 2024.
Pembukaan program ini untuk memperkuat bidang kesehatan dan farmasi di Universitas Ma Chung.
Dekan Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Ma Chung, Dr. apt. Rollando, S. Farm., M.Sc., menjelaskan bahwa tujuan pembukaan prodi untuk mencetak apoteker profesional yang siap berkontribusi bagi masyarakat luas.
Program Studi Profesi Apoteker Universitas Ma Chung dirancang untuk memenuhi standar kompetensi nasional dan internasional.
“Kami menyajikan kurikulum mencakup teori dan praktik di berbagai bidang farmasi, seperti farmasi klinik, farmasi komunitas, serta penelitian dan pengembangan obat. Para mahasiswa juga akan mendapatkan kesempatan magang di industri farmasi terkemuka sehingga ketika lulus, mereka memiliki kombinasi pengetahuan akademis yang kuat serta keterampilan praktis yang diperlukan di lapangan,” ujar Dr. apt. Rollando, Rabu (11/9/2024).
Dengan pendekatan hands-on experience, mahasiswa Universitas Ma Chung dibiasakan untuk mengoperasikan alat laboratorium canggih. Hal itu menjadikan mereka lebih terampil dan percaya diri saat bekerja di dunia nyata.
“Program Studi Profesi Apoteker ini adalah wujud nyata komitmen universitas dalam mencetak apoteker yang profesional, beretika, dan siap melayani masyarakat. Kami yakin bahwa lulusan program ini akan menjadi pelopor dalam memastikan layanan kesehatan yang berkualitas dan inovatif di Indonesia,” ujarnya.
Rollando menambahkan program ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan melalui penyediaan apoteker yang kompeten dan berintegritas tinggi. Pembukaan program studi ini juga selaras dengan visi Universitas Ma Chung yang berkomitmen untuk memuliakan Tuhan melalui pengembangan ilmu pengetahuan serta kontribusi nyata bagi masyarakat.
Dengan hadirnya Program Studi Profesi Apoteker, Universitas Ma Chung memperkuat perannya dalam mendukung kemajuan pendidikan kesehatan di Indonesia. Selain itu, turut juga memberikan kesempatan kepada generasi muda untuk berkarir di dunia farmasi.
“Program Studi Profesi Apoteker Universitas Ma Chung mendukung inisiatif Merdeka Belajar, yang memberikan mahasiswa kesempatan untuk mendapatkan pengalaman praktis melalui magang dan praktek di industri farmasi. Hal ini sejalan dengan visi universitas untuk menghasilkan lulusan inovatif, berdaya saing global, dan siap menghadapi tantangan dunia kerja,” tutup Rollando. (dan/ted)






