Ponorogo (Beritajatim.com) – Tercatat ada 6 daerah baru di Kabupaten Ponorogo yang dipasangi Landslide Early Warning System atau Sistem Peringatan Dini Longsor. Jadi 6 daerah tersebut meliputi, Desa Sriti dan Desa Tempuran di Kecamatan Sawoo, yang masing-masing desa dipasang alat sebanyak 2 unit. Kemudian Desa Bekiring di Kecamatan Pulung Pulung dan Desa Tugurejo Kecamatan Slahung, yang masing-masing dipasangi 1 unit.
Alat Landslide Early Warning System dipasang oleh tim dari Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) di bawah Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Republik Indonesia.
“Ada 6 alat baru Landslide Early Warning System yang dipasang oleh tim PVMBG di Kabupaten Ponorogo,” kata Kepala Laksana (Kalaksa) BPBD Ponorogo, Masun, ditulis Rabu (11/09/2024).
Pemilihan lokasi untuk pemasangan 6 alat pendeteksi dini itu, karena daerah itu memiliki potensi longsor. Selain itu, potensi longsor itu, juga bisa menimbulkan korban jiwa atau bangunan rusak.
“Daerah yang dipasangi Landslide Early Warning System, merupakan daerah dengan riwayat longsor atau retak. Selain itu, juga daerahnya berpotensi menimpa pemukiman atau warga jika terjadi longsor,” ungkap Masun.
Masun menyebut bahwa tidak semua daerah yang potensi longsor, melulu akan dipasangi oleh Landslide Early Warning System. Pemilihan pemasangan alat tersebut, difokuskan ke daerah yang berpotensi longsor, serta bisa menimbulkan korban jiwa atau pemukiman warga rusak. Masun mencontohkan bajwa pihaknya pernah melakukan survei ke Desa Banaran Kecamatan Pulung dan Desa Talun Kecamatan Ngebel. Kedua desa itu, meski berpotensi longsor, namun tidak mengenai pemukiman warga.
“Kita sebelumnya pernah survei di Desa Banaran dan Desa Talun, meski berpotensi longsor, tapi potensi yang terdampak baik itu warga dan bangunannya tidak ada. Maka akan dialihkan ke kawasan yang potensi longsor dengan dampak yanh tinggi,” katanya.
Untuk diketahui sebelumnya, Kabupaten Ponorogo dikenal sebagai wilayah dengan potensi bencana tanah longsor yang tinggi, baik dalam bentuk longsor jatuhan maupun luncuran. Potensi longsor di beberapa wilayah di bumi reog, masuk dalam kategori risiko tinggi, sehingga menjadi perhatian serius Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) di bawah Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Republik Indonesia. Untuk mengurangi risiko bencana, pada tahun 2024 ini, PVMBG akan memasang 6 unit Landslide Early Warning System (LEWS) atau Sistem Peringatan Dini Longsor. Alat ini diharapkan mampu meminimalisir korban jiwa jika terjadi longsor di wilayah yang rawan. [end/but]






