Mojokerto (beritajatim.com) – PT Lautan Natural Krimerindo (LNK), produsen FiberCreme, semakin memantapkan komitmennya terhadap lingkungan dengan meresmikan pemasangan 1.416 panel surya di pabriknya yang berlokasi di Mojokerto. Langkah inovatif ini menjadikan LNK sebagai salah satu pionir industri makanan dan minuman di Indonesia yang serius dalam mengadopsi energi bersih.
Dengan kapasitas 635 kW, sistem solar panel ini mampu menghasilkan listrik yang setara dengan kebutuhan Listrik di pabrik LNK sebanyak 30 persen dari 2 Mega Watt total kebutuhan. Lebih dari itu, proyek ini juga berkontribusi signifikan dalam mengurangi emisi karbon sebesar 1.200 ton per tahun, setara dengan menyerap karbon dari 14 ribu pohon.
Kolaborasi Sukses dengan Xurya
Kolaborasi LNK dengan Xurya Daya Indonesia menjadi kunci keberhasilan proyek ini. Xurya, sebagai ahli dalam solusi energi surya, tidak hanya merancang dan memasang sistem, tetapi juga bertanggung jawab atas pemeliharaan jangka panjang. Kemitraan strategis ini menjamin efisiensi dan keberlanjutan sistem solar panel LNK.
Dalam sambutannya, Rendy Heerdijanto, Kepala Bidang Energi Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Jawa Timur, memberikan apresiasi atas langkah strategis yang diambil oleh PT Lautan Natural Krimerindo (LNK). Upaya perusahaan dalam meningkatkan pemanfaatan Energi Baru Terbarukan (EBT) dinilai sejalan dengan transisi energi dan target bauran energi di Jawa Timur, sebagaimana diatur dalam Peraturan Daerah Provinsi Jawa Timur No. 6 Tahun 2019 tentang Rencana Umum Energi Daerah (RUED) Provinsi Jawa Timur 2019-2050.
Dalam aturan tersebut, disebutkan bahwa target bauran EBT di Jawa Timur mencapai 17,09% pada 2025 dan 19,56% pada 2050. Untuk tahun 2023, target bauran EBT Jawa Timur sebesar 6,55%, sementara realisasinya telah mencapai 9,96%.
“Kami sangat mengapresiasi PT Lautan Natural Krimerindo yang telah menjadi salah satu pelopor di sektor industri dalam penggunaan energi baru terbarukan. Inisiatif ini tidak hanya mendukung target pemerintah dalam pengurangan emisi gas rumah kaca, tetapi juga mempercepat langkah Indonesia menuju pencapaian Net Zero Emission pada tahun 2060,” ujar Rendy.
Rendy juga menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah dan sektor swasta dalam menghadapi tantangan perubahan iklim. “Kolaborasi seperti ini adalah kunci dalam upaya global kita untuk mengurangi dampak perubahan iklim dan menciptakan masa depan yang lebih hijau,” tambahnya.
CEO PT Lautan Natural Krimerindo, Hendrik Gunawan, menekankan bahwa proyek instalasi panel surya ini adalah bagian dari strategi jangka panjang perusahaan dalam mendukung agenda pemerintah.
“Ini salah satu upaya kami untuk mengurangi emisi gas karbon. Dan ini bukan yang pertama kali, sebelumnya kami juga sudah memanfaatkan uap panas untuk digunakan kembali dalam proses produksi produk kami,” jelas Hendrik.
“Kami berkomitmen untuk terus mengintegrasikan praktik bisnis yang bertanggung jawab, mendukung transisi energi terbarukan, dan menjaga keberlanjutan lingkungan di Indonesia.” tambahnya.
Lebih dari Sekadar Energi
Proyek solar panel ini merupakan bagian dari komitmen LNK dalam menerapkan prinsip-prinsip keberlanjutan. Sebelumnya, perusahaan telah melakukan berbagai inisiatif seperti optimasi digital, pemulihan energi, pengelolaan air, dan penanaman pohon. Semua upaya ini menunjukkan bahwa LNK tidak hanya fokus pada keuntungan bisnis, tetapi juga peduli terhadap lingkungan dan masyarakat.[rea]






