Malang (beritajatim.com) – SMP Brawijaya Smart School (BSS) kota Malang mengadakan kegiatan Project Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5). Proyek ini bertujuan untuk menumbuhkan karakter profil pelajar pancasila pada siswa agar mereka lebih mandiri, berfikir kritis, gotong royong.
Waka kurikulum SMP BSS, Lianita Istiqomah, S.Pd., menjelaskan bahwa rangkaian P5 di SMP BSS akan berlangsung selama tiga kali. P5 pertama sudah diadakan sebelum ada pembelajaran di sekolah pada mulai tanggal 22 Juli sampai 2 Agustus 2024 selama dua minggu.
“P5 kedua nanti kami adakan sejak 30 September sampai 11 Oktober. P5 ketiga, masih diadakan pada Februari 2025,” ungkap Nita, Selasa (10/9/2024).
Dijelaskan Nita, P5 atau kependekan dari projek penguatan profil pelajar pancasila telah menjadi ciri khas kurikulum merdeka. Dalam kurikulum merdeka bukan hanya mata pelajaran saja yang dikembangkan, melainkan juga menumbuhkan karakter profil pelajar pancasila ini dengan kegiatan berupa projek.
“Ini untuk semua kelas, karena di SMP BSS kelas 7,8, dan 9 sudah menerapkan kurikulum merdeka, jadi total 447 siswa kami mengikuti kegiatan P5 ini,” ujar Nita.
Kegiatan P5 dimaksudkan untuk menguatkan profil pancasila pada siswa sehingga bisa lebih mandiri, berfikir kritis, gotong royong. Dijalankannya, pada P5 pertama pihaknya menekankan pada kegiatan kolaborasi dan gotong royong.
“P5 kedua nanti temanya terkait Rekayasa Teknologi. Kami ajak siswa membuat film berkaitan dengan penanaman karakter. Mereka bisa bebas pilih, baik tentang anti bullying, atau terkait penamaan karakter lain,” ujarnya.

P5 Pertama mengusung tema ‘Jelajah Malang Kotaku’. Kegiatan P5 pertama di SMP BSS ini berdasar masukan siswa. “Kami share form , kami ajukan beberapa tema pada siswa, ternyata pilihan terbanyaknya adalah Jelajah Malang Kotaku,” jelas Nita.
Pada kegiatan P5 pertama, siswa diminta merancang terkait kebudayaan yang ada di Malang. Bisa meliputi bahasa, budaya, objek sejarah dan semua unsur kebudayaan di Malang
“Mereka searching dulu secara berkelompok, kemudian kami membebaskan setiap kelompok mau buat apa. 1 kelas ada 4 kelompok, setiap kelompok mengajukan tempat kira kira objek mana yang ingin diambil, dan apa saja yang ingin diambil,”
Sebelum itu , pihak sekolah telah mendatangkan duta budaya, Kakang Mbakyu kota Malang dan duta wisata kota Malang. Tujuannya agar siswa punya gambaran budaya di kota Malang
“Dari materi yang disampaikan kakang mbakyu , dan duta wisata itu, anak – anak punya wawasan awal sehingga tidak hanya mengira-mengira, pemahaman mereka pun lebih banyak,” jelas Nita.
Muchammad Arif, S.Si, M.Pd Kepala Sekolah SMP BSS berharap agar kegiatan ini dapat menanamkan cinta budaya pada siswa. “Harapannya anak anak mencintai budaya negara di negaranya melalui kecintaannya kepada budaya lokal di kota Malang,” ungkap Arif. (dan/ted)






