Jember (beritajatim.com) – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyosialisasikan bahaya judi online dan transaksi keuangan berisiko kepada masyarakat melalui Karnaval Budaya, di Kabupaten Jember, Jawa Timur, Sabtu (7/9/2024).
Kantor OJK Jember berkolaborasi dengan Bank Indonesia Jember dan Bank Jatim mendiseminasikan literasi keuangan melalui model drama di atas mobil. Dalam drama itu, tokoh yang berperan sebagai penjahat menjelaskan modus-modus kejahatan transaksi keuangan daring.
“Karnaval Budaya ini sebuah momentum yang baik untuk kita diseminasikan mengenai literasi keuangan dan bahaya judi online kepada masyarakat jember secara meluas agar semakin waspada dan terhindar dari jeratannya,” kata Kepala Kantor OJK Jember Mufid.
Karnaval Budaya ini merupakan puncak peringatan HUT Kemerdekaan ke-79 RI di Jember. Bupati Hendy Siswanto mengapresiasi kehadiran OJK yang berpartisipasi dan melakukan diseminasi informasi kepada masyarakat di Kabupaten Jember melalui Karnaval Budaya.

OJK Jember memang tengah gencar mengedukasi warga soal akses keuangan yang inklusif dan aman. Sebelumnya, pada 21 Agustus 2024, OJK bekerja sama dengan Pemerintah Kabupaten Lumajang menggelar Edukasi Keuangan kepada 200 Pelajar dan Guru SD Quran Bahrusysyifa di Selokambang.
Sebagaimana dalam Karnaval Budaya, kegiatan di Lumajang ini juga menggunakan pendekatan dalam bentuk dongeng dengan model drama dan financial edugames. Melalui pendekatan ini, kata Arinda Rochmi, seorang analis OJK Jember, diharapkan para siswa SD bisa mengenal cara memanfaatkan dan mengelola keuangan sejak dini.
“Permainan ini tidak hanya mengajak siswa mengerti cara memanfaatkan dana secara teoritis, melainkan juga membangun mental individu melalui kegiatan outbond yang seru dan menantang. selain menanamkan rasa tanggung jawab dalam mengelola keuangan,” kata perempuan berjilbab yang akrab disapa Omi ini.
Kepala Bagian Pengawasan Perilaku Pelaku Usaha Jasa Keuangan, Edukasi, Pelindungan Konsumen dan Layanan Manajemen Strategis Kantor OJK Jember, Aditia Soelaksono, menyebut kegiatan itu juga bisa menanamkan nilai-nilai positif, antara lain tanggung jawab, disiplin, perencanaan, dan pengelolaan keuangan yang baik. [wir]






