Pasuruan (beritajatim.com) – Setelah mencuat aset DPRD Kota Pasuruan yang belum dikembalikan, sejumlah masyarakat mendatangi gedung DPRD. Hal ini guna menanyakan kinerja Sekretaris dewan yang sampai kecolongan dalam hal inventarisir barang.
Salah satu perwakilan masyarakat, Ayik Suhaya mengatakan bahwa banyak hal yang perlu di perhatikan dalam struktur dewan Kota Pasuruan. Ayik mengatakan bahwa hal semacam ini tak harusnya terjadi.
“Ya harusnya ini tidak terjadi, padahal itu inventarisir milik pemerintahan dan gak seharusnya dibawa pulang. Mangkannya kami disini minta ketegasan bagi Sekretaris Dewan DPRD Kota Pasuruan dalam proses ini,” jelas Ayik, Rabu (4/9/2024).
Tak hanya itu, Ayik juga menyorot terkait pelantikan DPRD Kota Pasuruan yang dilakukan pada akhir Agustus lalu. Pasalnya banyak undangan yang mendatangi kantor DPRD Kota Pasuruan namun tidak kebagian tempat duduk.
Sementara itu, Sekretaris Dewan DPRD Kota Pasuruan, Raden Murahanto mengatakan bahwa untuk dua unit televisi sudah dikembalikan. Namun, untuk enam laptop yang dipinjam pakaikan kepada anggota DPRD Kota Pasuruan masih belum dikembalikan.
“Untuk dua televisinya sudah dikembalikan. Tinggal enam unit laptop aja yang belom, yang dua menyatakan surat kehilangan, dan limanya masih belum ada keterangan,” ungkapnya.
Raden juga mengatakan bahwa dirinya hari ini akan melakukan tindakan tegas terhadap tujuh anggota dewan yang belum mengembalikan laptopnya. (ada/kun)






