Jakarta (beritajatim.com) – Compounding power atau kekuatan bunga berbunga, menjadi konsep investasi yang semakin menarik perhatian. Albert Einstein, ilmuwan terkenal dengan teori relativitasnya, bahkan pernah menyebutnya sebagai “keajaiban dunia kedelapan.” Namun, apa sebenarnya makna dari konsep ini, dan bagaimana ia bisa mempengaruhi masa depan finansial?
Menurut Head of IPOT Fund PT Indo Premier Sekuritas, Dody Mardiansyah, compounding power adalah prinsip investasi di mana keuntungan tidak hanya menambah nilai awal, tetapi juga terus berlipat ganda dengan menginvestasikan kembali hasil tersebut.
“Ini adalah salah satu kunci utama untuk mencapai pertumbuhan investasi yang signifikan dalam jangka panjang, meskipun banyak yang belum memahami cara memanfaatkannya secara efektif,” ujar Dody melalui keterangan tertulis, Rabu (4/9/2024).
Untuk memperjelas konsep ini, Dody memberikan contoh sederhana. “Jika Anda menyisihkan Rp1.000 setiap hari ke celengan selama tiga tahun, totalnya adalah Rp1.096.000. Namun, jika dana yang sama diinvestasikan dalam Reksa Dana Power Fund Series (PFS) dengan return 60 persenselama periode yang sama, hasilnya jauh lebih besar. Investasi tidak hanya tumbuh signifikan, tetapi juga menghasilkan keuntungan tambahan melalui efek compounding,” jelasnya.
PFS, produk eksklusif IPOT Fund, menawarkan berbagai keunggulan yang memudahkan investor, seperti transparansi penuh pada portofolio, pencairan dana dalam dua hari, dan opsi transaksi yang beragam. Dody menambahkan bahwa performa PFS berhasil mengalahkan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dalam tiga tahun terakhir. Contohnya, Reksa Dana Indeks Premier ETF IDX High Dividend 20 (XIHD) mencatat pertumbuhan 60,6 persen, jauh lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan IHSG yang hanya 24,7 persen pada periode yang sama.
Dody juga memberikan tiga tips untuk memaksimalkan keuntungan melalui compounding power. Pertama, memulai lebih awal dan konsisten. Investasi kecil yang dilakukan secara rutin dapat memberikan hasil yang signifikan dalam jangka panjang.
Kedua, reinvestasikan dividen yang diperoleh. Strategi ini mempercepat pertumbuhan investasi, terutama di PFS, di mana dividen langsung diinvestasikan kembali. Ketiga, bersabar dan tetap berkomitmen.
“Compounding power membutuhkan waktu untuk berkembang. Hindari tergoda menarik investasi terlalu cepat,” jelas Dody.
Dody menegaskan bahwa compounding power bukan sekadar teori, melainkan strategi nyata yang bisa menghasilkan pertumbuhan finansial yang luar biasa jika diterapkan dengan bijak.
“Dengan memahami dan menerapkannya, kamu bisa merancang masa depan finansial yang lebih stabil dan menguntungkan,” tutupnya. [beq]






