Sidoarjo (beritajatim.com) – Ratusan siswa kelas 7 SMP PGRI 9 melakukan pembelajaran luar sekolah dengan Topik ‘Sampahku Adalah Tanggungjawabku’ Tempat Pengelolaan Sampah Reuse, Reduce, dan Recycle (TPS3R) Banjarbendo Sidoarjo Rabu (4/9/2024).
Para siswa yang terbagi dalam beberapa kelompok itu belajar dengan melihat secara langsung bagaimana proses pengolahan sampah di TPS3R.
Pembelajaran luar kelas untuk gaya hidup berkelanjutan sendiri merupakan tema pertama pada Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) yang merupakan salah satu bagian kegiatan dalam pembelajaran kurikulum merdeka.
Kedatangan para siswa di TPS3R Banjarbendo beserta guru pendamping Ririn Musholina dan diterima oleh Suyanto Asmoro Timsos Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kab. Sidoarjo.
Ririn mengatakan kunjungan ke lokasi TPS3R langsung itu sebagai cara pembelajaran yang cukup efektif dalam penyampaian pengetahuan sehingga para siswa didik tidak hanya belajar dari teori saja, melainkan mendekatkan peserta didik dengan melihat keadaan lingkungan yang sesungguhnya.
“Melalui kegiatan ini, peserta didik lebih mudah memahami materi yang disampaikan secara langsung karena disertai dengan contoh dan latihan yang konkret,” ucapnya.

Lanjut Ririn di TPS3R para siswa mendapatkan pemahaman tentang pemilahan dan pengolahan sampah baik organik dan anorganik, sebagai pembelajaran utama dalam kegiatan tersebut.
Suyanto Asmoro selaku Pendamping TPS dari DLHK Kabupaten Sidoarjo mengatakan para siswa yang datang ke lokasi diberikan pemahaman soal pengolaan sampah. Mulai proses sampah dari rumah warga, yang langsung diambil oleh petugas kebersihannya di bawa ke TPS ini.
Setelahnya dilakukan pemilahan, terus disortir ulang. “Dari sini kita jelaskan soal dua jenia sampah organik dan anorganik,” ucapnya.
Suyanto juga menjelaskan setelah prosea pemilahan, sampah organik dimasukkan mesin pencacah untuk dijadikan kompos yang bisa dimanfaatkan untuk pupuk. Sedangkan anorganik dibuang ke TPA (Tempat Pembuangan Akhir) Jabon.
“Setelah proses pemilahan, yang dibuang ke TPA Jabon hanya sekitar 25-30 persen saja. Karena setelah dilakukan pengolahan, pengurangannya atau manfaatnya banyak sekali, sehingga sampah yang dibuang tinggal sedikit,” urainya. [isa/beq]






