Surabaya (beritajatim.com) – Untuk mendukung upaya menegakkan kesetaraan gender di Indonesia, SMA Negeri 9 Surabaya mengadakan seminar self development bertajuk SAE Seminar and Education ‘Establish Long-Life Learner With Eternal Knowledge’.
Sekbid 5 Sosial Demokrasi SMA Negeri 9 Surabaya Chusnawirya Kurnia Devi, M.Sosio mengatakan, seminar ini merupakan inisiatif untuk mendidik karakter dan mempromosikan kesetaraan gender di kalangan pelajar.
“Agenda ini sebagai upaya mendidik karakter mengenali diri mereka sendiri, bagaimana kelemahan-kelemahan yang ada akhirnya dapat dikelola secara optimal dan dapat menginspirasi mereka,” kata Devi, Selasa (3/8/2024).
Selain itu, seminar ini juga merupakan langkah konkret untuk mendukung kesetaraan gender di Indonesia. “Kami ingin menegakkan kesetaraan gender bersama-sama melalui metode self development. Sehingga kami mengundang ratusan pelajar SMP, SMA dan SMK se-Surabaya untuk bergerak bersama nantinya,” jelasnya.
Sosiolog dan Aktivis Kesetaraan Gender Ahaddiini Hayyu M, M.Sosio menyampaikan pentingnya self development dalam mendukung kesetaraan gender. Menurutnya, self development sebagai pengembangan diri sangat penting bagi seseorang untuk meningkatkan kualitas dan kapasitas diri.
“Ketika metode mengenai self development berhasil diterapkan, maka akan sangat membantu dalam upaya meraih tujuan, salah satu contohnya dalam upaya pergerakan menegakkan kesetaraan gender di Indonesia,” ucapnya.
Ahaddiini menjelaskan empat metode self development yang krusial:
1. Keterampilan: Mengelola emosi, keterampilan sosial, dan keterampilan teknis adalah dasar dari pengembangan diri yang efektif.
2. Menciptakan Tren Sendiri: Alih-alih menjadi pengikut tren, ciptakan tren baru untuk membangun ciri khas dan orisinalitas. Hal ini membantu dalam membangun citra diri yang kuat dan memudahkan interaksi sosial.
3. Bersikap Berani: Keberanian dalam mengambil keputusan, menerima konsekuensi, dan berbicara adalah kunci. Tanpa keberanian, upaya menegakkan kesetaraan gender tidak akan berjalan efektif.
4. Keyakinan dan Niat Baik: Keyakinan penuh dan niat baik, disertai doa, akan memperkuat perjuangan dalam penegakan kesetaraan gender.
Ahaddiini menekankan bahwa dengan menerapkan empat poin ini, penegakan kesetaraan gender tidak hanya dapat dilakukan secara kelompok tetapi juga secara individu. Seminar ini merupakan langkah positif dalam mendukung kesetaraan gender dan pengembangan diri di Indonesia. [ipl/ian]






