Malang (beritajatim.com) – Dr. Muktiono, SH, M.Phil., Ketua Serikat Pengajar Hak Asasi Manusia (SEPAHAM) Indonesia, menilai generasi z bukanlah generasi yang abai terhadap kasus Hak Asasi Manusia (HAM) di Indonesia. Tak cuma itu, generasi Z tidak hanya ikut-ikutan dalam menyuarakan persoalan di media sosial.
“Daya tekan generasi z itu cukup efektif, mereka dengan idenya bisa melakukan kolaborasi dengan perangkat digital.Itu fenomena baru yang coba kita tangkap,” ujar Muktiono beberapa waktu lalu saat peluncuran program Program BASIS (Building an Enabling Environment and Strong Civil Society in Indonesia).
Melalui program Basis, Sepaham Indonesia berupaya membangun ekosistem masyarakat sipil agar melek persoalan HAM. Termasuk juga melibatkan generasi z untuk peduli menyuarakan persoalan HAM.
“Generasi z itu sudah paham soal dunia digital, mereka bisa menyuarakan berbagai keresehan misalnya melalui media sosial, melalui campaign. Kita coba memberikan semacam penguatan media digital itu,” ujarnya.
Dosen Hukum Administrasi Negara Universitas Brawijaya (UB) ini menilai bahwa generasi z sangatlah kreatif dan inovatif. Mereka bisa menyuarakan persoalan HAM dengan banyak cara, seperti melalui seni, komunitas anak muda, olahraga, dan lain sebagainya yang terjadi secara efektif.
“Kalau kita ingat di Indonesia, strategi media digital misalnya saat pilpres berpengaruh sangat signifikan. Terutama untuk mendapatkan sesuatu, generasi z itu paling bisa menangkap taste dari dunia digital,” ucapnya.
Hal demikian, menurut Muktiono juga bisa dilakukan dalam konteks hak asasi manusia. Pihaknya, melalui program Basis mencoba menangkap hal yang berkembang dalam pergaulan anak muda generasi Z saat ini.
Dalam menggaet generasi Z dibutuhkan strategi tertentu. Misalnya yang dilakukan Sepaham dengan strategi hulu mempersiapkan guru yang punya perspektif proper dan tepat terkait ham sehingga bisa menyampaikan ide itu di ruang kelas yang diikuti peserta generasi Z.
“Penguatan juga bisa dilakukan dengan buku, referensi, dengan melibatkan tot (training of trainer) kepada guru. Pelajar sekarang kan melek digital, melalui media yang akrab dengan anak muda atau pelajar menyuarakan berbagai persoalan itu bisa efektif,” ungkapnya.
Muktiono berharap agar lebih banyak generasi z yang sadar terhadap hak-hak sipilnya. “Wait and see, kita perlu ambil langkah progresif dengan cara secara aktif mendialogkan ke ruang publik secara bersama persoalan HAM, termasuk dengan melibatkan generasi z,” tutup Muktiono. [dan/beq]






