Mojokerto (beritajatim.com) – Pemerintah Kabupaten Mojokerto (Pemkab) Mojokerto melalui Dinas Pangan dan Perikanan melakukan tebar benih ikan wader untuk budidaya. Tebar benih dilakukan di Sungai Merasih Desa Kemiri, Kecamatan Pacet dan sungai Kleruk Desa Begaganlimo, Kecamatan Gondang, Kabupaten Mojokerto.
Penebaran sebanyak 200 ribu benih ikan wader itu sebagai upaya Pemkab Mojokerto untuk menjadikan ikan wader menjadi ikon kuliner khas bumi Majapahit. Penebaran ratusan ribu benih ikan wader dilakukan langsung oleh Bupati Mojokerto Ikfina Fahmawati.
Dalam sambutannya, Bupati mengatakan, penebaran ratusan ribu bibit ikan wader ini merupakan langkah Pemda sebagai upaya mem-branding Kabupaten Mojokerto. Karena makanan ikan wader yang biasa disajikan berupa sambel wader ini banyak digandrungi masyarakat Mojokerto maupun luar Mojokerto.
“Ini potensial untuk dijadikan ikon kuliner khas Kabupaten Mojokerto. Ini sangat luar biasa. Ini nanti kita tumbuhkan kembali, dan kemudian ini akan menjadi pusat perputaran ekonomi yang ada di Kabupaten Mojokerto. Kalau kita berbicara tentang kebesaran Kerajaan Majapahit maka salah satunya dari sisi kuliner,” ungkapnya.
Menurutnya, kuliner tidak bisa dipisahkan karena setiap orang pasti butuh kuliner. Maka kuliner yang bagian dari city branding Kabupaten Mojokerto adalah sambel wader yang saat ini banyak di penjual di Trowulan. Tak hanya itu, sambel wader di Kabupaten Mojokerto ini bukan suatu hal yang baru.
“Makanan sambal wader ini sudah lama digandrungi warga. Terlebih, setelah viral masuk dalam film ‘Hati Suhita’ itu menjadikan kuliner yang ada di kawasan kolam Segaran Trowulan semakin menjadi jujukan wisatawan. Akhirnya kami berusaha bagaimana wader ini bisa dikembangkan secara intensif melalui budi daya,” ujarnya.
Bupati menjelaskan pentingnya program penebaran benih atau budidaya ikan wader Menurutnya program yang memanfaatkan sungai di lingkungan pedesaan ini bisa sekaligus menjaga ekosistem yang lebih baik karena menggunakan metode alami dan diharapkan bisa mencukupi ketersediaan wader.
“Karena tak jarang, dimana yang warung itu disuplai rata-rata diambil dari sungai dengan cara disetrum yang berakibat merusak ekosistem sungai. Tak hanya itu, melalui program ini semoga kedepannya lebih banyak ikan wader yang bisa dikembangbiakkan di sungai di Kabupaten Mojokerto,” harapnya.
Bupati berharap, setelah penebaran benih ikan wader, pengembangan bisa diwujudkan sehingga kedepannya pemerintah bisa evaluasi dan melakukan perencanaan lebih detail. Bupati akan mengeluarkan Peraturan Kepala Daerah (Perkada) seluruh hotel dan warung di Kabupaten Mojokerto wajib mempunyai menu sambel wader.
“Saya minta tolong untuk Desa Kemiri untuk menjaga dalam waktu tiga setengah bulan nanti kita cek apakah ini bisa berkembang dan apakah ikan wader ini sudah bisa dipanen. Kemudian seberapa banyak dan nanti kendalanya-kendalanya apa, dan itu nanti kita bisa inventarisir untuk menjadi bahan kita berikutnya, karena kita serius dalam hal ini,” pungkasnya.
Turut hadir dalam kesempatan tersebut, Kepala Dinas Pangan dan Perikanan, Kepala Bidang Produksi Perikanan, Penyuluh perikanan, Camat beserta Forkopimca. [tin/suf]






