Banyuwangi (beritajatim.com) – Memasuki tahun keempat, Jagoan Digital Banyuwangi telah melahirkan talenta-talenta start up lokal. Sejumlah alumni Jagoan Digital berhasil diterima bekerja di start up besar nasional. Seperti Bibli dan Traveloka.
Beberapa alumni juga meraih prestasi di tingkat nasional. Seperti Top 3 Artifical Intelligence Huawei dan Top 10 Wirausaha Kemenpora. Ada pula yang berhasil meraih beasiswa LPDP Columbia University.
“Kami akan terus mengembangkan program ini dengan melibatkan start-up start-up nasional, seperti Gojek, Grab, Qasir dan DOT Technology untuk ikut serta mengembangkan ekosistem ekonomi kreatif dan digital Banyuwangi,” jelas Ipuk, Jumat (30/8/2024).
Ketua Program Jagoan Banyuwangi, Dias Satria, Jagoan Digital 2024 menghadirkan sejumlah mentor dari profesional startup ternama Indonesia.
Mulai Novaldi Nur CEO Digital Solution Grup yang memberikan topik tentang Engineer Mindest, dari analisa hingga tantangannya. Lalu Eko Heri dosen Politeknik Angkatan Darat yang membawakan topik tentang basic algoritma, serta Ardi Imawan CTO DOT Indonesia yang menyuguhkan materi mengenai AI for engineer.
Para narasumber tersebut telah mengisi sesi mentoring online pada 28-29 Agustus lalu.
“Saat workshop offline nanti, juga ada beberapa narasumber kompeten yang kita hadirkan. Di antaranya, Novan Co-Founder Qasir.id yang akan memandu praktik pembuatan aplikasi tanpa coding,” kata Dias.
Sementara itu, Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani menyebut, program ini memberi bekal skill pada anak-anak muda daerah untuk membangun bisnis start up. Tidak hanya itu, pemda juga menyediakan hadiah insentif berupa modal usaha senilai puluhan juta rupiah.
“Jagoan Digital rutin kami gelar tiap tahun untuk mematangkan skill bisnis start up anak-anak muda daerah. Saat ini, skill digital sangat penting bagi anak-anak muda sehingga mereka mampu beradaptasi dan bersaing di dunia industri,” kata Ipuk. [rin/suf]






