Jember (beritajatim.com) – Sekretaris Dewan Pimpinan Cabang PDI Perjuangan Widarto menegaskan sikap partainya yang tidak ingin bupati dan wakil bupati Jember, Jawa Timur, terjerat kasus dan menjalani proses hukum pidana setelah dilantik.
“Kita tidak ingin Jember dipimpin oleh orang yang berpotensi bermasalah,” kata Widarto, di hadapan ribuan massa PDI Perjuangan yang menghadiri acara konsolidasi akbar di Seven Dream City, Kabupaten Jember, Jawa Timur, Rabu (28/8/2024).
Widarto menyerukan kepada seluruh kader dan pengurus untuk menyuarakan kebenaran. “Kebenaran tidak boleh dimanipulasi. Kita dikepung apapun, kita harus tegak. Allah SWT dan rakyat bersama kita,” katanya.
Jika ada intimidasi, Widarto meminta kader dan pengurus PDI Perjuangan berani menghadapinya. “Masa diancam dikit-dikit takut. Insyaallah kalau kita di jalan kebenaran, Allah bisa membolak-balik hati seseorang, yang awalnya mungkin tidak bersama kita, mungkin dalam sekejap bisa bersama kita,” katanya.
Sebelumnya, dalam kesempatan berbeda, aktivis antikorupsi Agus Mahendra Paat meminta Komisi Pemberantasan Korupsi menerbitkan surat bersih dari korupsi bagi calon. “Kami tidak mau Jember seperti Garut. Begitu bupatinya dilantik, langsung diperiksa KPK. Yang rugi masyarakat Jember sendiri kalau terjadi seperti Kabupaten Garut,” katanya.
Agus mengaku sudah menemui salah satu komisioner KPK untuk memperjuangkan asirasinya. beberapa waktu lalu. “Ia tidak mau disebutkan namanya,” katanya.
“Ini sudah masuk ke ranah KPK. KPK harus membuat surat pernyataan, bahwa (calon bupati) harus betul-betul tidak terindikasi korupsi agar masyarakat Jember tidak dirugikan. Saya tidak mau digantung seperti ini oleh KPK. KPK harus memberi kejelasan keputusan,” kata Agus.
Agus tidak peduli siapapun calon bupati yang bakal berkontestasi. “Siapapun calonnya harus ada pernyataan dari KPK bahwa bersih dan layak dipilih masyatakat, tidak terindikasi korupsi,” katanya.
“Saya ingin pemimpin Jember bersih dan layak. Kalau pemimpinnya terindikasi korupsi, pembangunannya seperti apa? Kalau bibitnya korupsi, buahnya seperti apa? Kalau pemimpin kita bersih, Jember bisa lebih baik daripada sekarang, Ke depannya pasti lebih baik,” kata Agus. [wir]






