Jember (beritajatim.com) – Bupati Hendy Siswanto menyindir gagalnya skenario kotak kosong dalam pemilihan kepala daerah di Kabupaten Jember, Jawa Timur. Skenario itu disusun dengan diborongnya rekomendasi pencalonan bupati dari tujuh partai politik oleh politisi Gerindra Muhammad Fawait, yang nyaris membuat Hendy tidak bisa mencalonkan diri.
“Saya ingin menyampaikan apresiasi atas kegigihan bacabup yang lain dalam mendapatkan dukungan banyak partai, sehingga menyebabkan saya hampir kehabisan tiket maju pilkada tahun ini,” kata Hendy, dalam acara konsolidasi akbar, di Seven Dream City, Kabupaten Jember, Jawa Timur, dalam Rabu (28/8/2024).
Namun ternyata putusan Mahkamah Konstitusi yang mengubah aturan batas syarat minimal berdasarkan perolehan suara dalam pemilu menghancurkan skenario kotak kosong.
“Terlalu terburu-buru mengambil sikap. Dianggapnya ada kotak kosong. Begitu dibuka kotak kosong, ada gambar banteng di dalamnya. Merdeka!” teriak Hendy disambut pekik ‘merdeka’ dari ribuan massa PDI Perjuangan.
Banteng adalah simbol PDI Perjuangan. “PDI Perjuangan telah banyak berjuang untuk demokrasi. PDI Perjuangan juga telah banyak melahirkan para pemimpin, dan tokoh yang banyak berperan, berkontribusi, berperan nyata, dan mendedikasinya diri untuk kepentingan bangsa, negara, dan masyarakat Indonesia,” kata Hendy/
Hendy menyebut putusan MK ini jawaban atas doa dan harapan rakyat agar pelaksanaan demokrasi di Indonesia menjadi semakin bermartabat. PDI Perjuangan yang semula tidak bisa mencalonkan bupati tanpa berkoalisi akhirnya bisa mengusung Hendy Siswanto dan Muhammad Balya Firjaun Barlaman.
“Saya beruntung masih mendapatkan pertolongan Allah SWT, melalui PDI Perjuangan yang membukakan harapan demokrasi tumbuh di Jember. Oleh karena itu, dengan penuh keyakinan dan dorongan spirit kuat, antara kita, PDI Perjuangan bersama rakyat, berjuang untuk memenangkan Pilkada Jember,” kata Hendy.
Hendy juga berterima kasih kepada Ketua Dewan Pimpinan Cabang PDI Perjuangan Jember Arif Wibowo. “Beliau telah memberi kesempatan kepada saya dan Gus Firjaun untuk berkontribusi nyata, bergabung sebagai kader. PDI Perjuangan insyaallah akan semakin maju,” katanya.
Hendy berharap, Pilkada 2024 di Kabupaten Jember dapat berjalan dengan lancar, aman, tertib, dan bermartabat. “Sebagaimana kita ketahui bersama, dalam sistem politik demokrasi, penyelenggaraan pemilihan umum (pemilu) menjadi salah satu instrumen penting dalam menegakkan demokrasi bagi negara yang menerapkannya,” katanya.
“Tahun ini merupakan momen politik yang sangat penting bagi bangsa Indonesia, karena di tahun ini dilaksanakan pesta demokrasi terbesar dan secara serentak. Tentunya, hal ini bukanlah pekerjaan yang mudah. Ini adalah sebuah pekerjaan besar yang sangat menentukan masa depan bangsa dan negara kita dengan melibatkan jumlah pemilih yang sangat besar,” kata Hendy.
Jumlah penduduk Jember mencapai 2,8 juta lebih, dan terdiri dari 31 Kecamatan, 226 Desa, dan 22 kelurahan. “Tentunya akan membawa tantangan tersendiri dalam proses penyelenggaraan pemilu. Partisipasi masyarakat menjadi salah satu indikator penting bagi keberhasilan Pemilu,” lata Hendy.
“Semakin tinggi tingkat partisipasi masyarakat, maka legitimasi pemilu juga semakin baik. Karena tingkat partisipasi ini merupakan respons atau ekspresi pengakuan masyarakat, baik terhadap penyelenggara pemilu, maupun konstestan,” tambah Hendy.
Usai acara, Hendy menjelaskan, pernyataannya soal kotak kosong bukan guyonan. “Ini bukan joke, tapi kenyataan bahwa takdir Allah tidak bisa dipungkiri lagi, bahwa semua ini gusti Allah yang menentukan. Sampai last minute pun kami tidak pernah berhenti mendapatkan kepercayaan dari partai,” katanya.
“Namun keistikomahan dan konsistensi PDI Perjuangan dari awal, yang bahkan last minute pun, PDI Perjuangan bersama saya. Apa dikata, saat badan kita lemas, kami tetap berdoa dan berjuang. Bahkan kami sempat berada di rumah Pak Ketua DPC PDI Perjuangan Jember Mas Arif Wibowo di Jakarta,” kata Hendy.
“Saya disuruh menunggu. Tidak ada kabar muncul. Namun gusto Allah berkata lain. MK tanpa intervensi apapun memutuskan hal istimewa. Ini tentunya dari gusti Allah. Ini pertanda Indonesia masih disayang Allah. Saya diberi kesempatan untuk bisa masuk PDI Perjuangan juga disayang Allah SWT,” kata Hendy. [wir]






