Bondowoso, (beritajatim.com) – Abdul Hamid Wahid menjawab goyangan isu bakal calon bupati (bacabup) non putera daerah di Pemilihan Bupati (Pilbup) Bondowoso tahun 2024.
Warga asal Kabupaten Probolinggo ini menceritakan riwayat pekerjaannya yang berhubungan dengan Kabupaten Bondowoso pada tahun 2009-2014 silam.
“Saya pernah berjuang sebagai anggota DPR RI di sini. Alhamdulillah kami selalu update perkembangan di Bondowoso,” kata Ra Hamid dalam konferensi pers.
Ia yang juga seorang akademisi beberapa kali melakukan penelitian dan pengabdian kepada masyarakat Bondowoso.
“Beberapa waktu lalu kita terlibat dalam pengembangan wisata di sini. Pada saat itu kita memproses Heritage (warisan) Ijen Geopark dan akhirnya mendapatkan UNESCO Global Ijen Geopark,” sebutnya.
Ia menambahkan, tidak masalah menjadi calon pemimpin putera daerah ataupun non putera daerah. Yang terpenting adalah bisa mengakomodir kebutuhan dari masyarakat.
“Di mana bumi dipijak, di situ langit dijinjing. Kita akan menyempurnakan apa saja keinginan masyarakat Bondowoso untuk kita tuangkan dalam visi dan misi,” terang Ra Hamid.
Secara garis besar, Paslon RAHMAD mengusung visi Bondowoso tangguh, transformatif, unggul dan berdaya saing.
Ketua Tim Pemenangan Paslon RAHMAD (Ra Hamid-Ra As’ad), Ahmad Dhafir menilai bahwa Bondowoso sedang ‘sakit’ sehingga perlu dokter andal.
“Saya orang Bondowoso dan Bondowoso sedang sakit. Jika sedang sakit, maka bagaimana kita menyembuhkannya melalui bantuan dokter,” tuturnya.
Ia menambahkan, orang yang sedang sakit tidak mementingkan asal dari dokter yang akan mengobati.
“Tidak masalah asal daerah dari dokter itu. Kadang kala kita butuh dokter andal dari luar untuk menyembuhkan penyakit yang dialami Bondowoso,” pungkas Dhafir. (awi/ian)






