Jombang (beritajatim.com) – Koalisi Jombang Maju (KJM) secara resmi mengusung pasangan Warsubi-Salmanudin dalam Pilkada (Pemilihan Kepala Daerah) Jombang 2024. Koalisi ini berpostur gemuk atau gemoy karena berisi 8 partai. Rinciannya 5 partai pemilik kursi di parlemen dan 3 non-parlemen.
KJM melakukan deklarasi di Hotel Yusro Jombang, Selasa (27/8/2024). Selain Warsubi dan Salmanudin, para pimpinan partai pengusung juga hadir dalam deklarasi tersebut. Sepanjang jalan menuju lokasi deklarasi juga dihiasi bendera partai pengusung.
Para pimpinan partai tersebut maju ke atas panggung, lalu bergandeng tangan sebagai tekad untuk memenangkan Warsubi-Salman dalam Pilkada Jombang 2024 mendatang.
Lima partai pemilik kursi yang memberikan rekomendasi kepada pasangan ini meliputi Partai Gerindra (8 kursi), serta PKB (12 kursi), Partai Golkar (5 kursi), Partai Nasdem (2 kursi), serta PKS (3 kursi). Totalnya 30 kursi.
Sedangkan partai non-parlemen yang memberikan rekomendasi untuk pasangan ini adalah PAN, PSI dan Partai Gelora. “Hari ini delapan partai melakukan deklarasi untuk mengusung Warsubi-Salman atau Warsa,” kata Warsubi usai deklarasi.
Kapan mendaftar ke KPU Jombang? Warsubi mengatakan bahwa dirinya bersama Gus Salman mendaftar ke KPU Jombang pada Rabu 28 Agustus 2024 pukul 09.00 WIB. Saat ke KPU, seluruh partai pengusung akan ikut mengantar Warsa mendaftar ke KPU Jombang.
Warsubi mengatakan, dengan banyaknya partai pengusung maka dirinya menargetkan kemenangan hingga 70 persen. Karena selain didukung lima partai pemilik kursi yang totalnya kisaran 60 persen, Warsubi-Salman juga mendapatkan dukungan dari partai non-parlemen dan tokoh masyarakat.

“Partai parlemen ada 60 persen. Kemudian ditambah tiga partai non parlemen, PAN, PSI dan partai Gelora. Juga dukungan dari tokoh masyarakat, kami mematok kemenangan 70 persen dalam Pilkada Jombang 2024,” pungkas Warsubi.
Hal senada diuangkapkan oleh Bacawabup Salmanudin atau Gus Salman. Pengasuh PP (Pondok Pesantren) Babussalam Kalibening Mojoagung Jombang ini siap mendulang suara dari kalangan nahdliyin.
“Bukan secara kelembagaan, tapi langsung ke orangnya. Kami tidak akan menggunakan label oragnisasi, tapi langsung ke nahdliyin-nya. Insyaallah ini efektif,” ujar mantan Ketua PCNU Jombang ini. [suf]






