Surabaya (beritajatim.com) – Jika banyak perusahaan merayakan Hari Kemerdekaan ke-79 RI, dengan berbagai perlombaan. Maka PT Mekabox Internasional bersama Badan Riset Urusan Sungai Nusantara (BRUIN) memilih menggelar aksi bersih-bersih dan penanaman mangrove di kawasan konservasi Wonorejo, Surabaya.
Kegiatan yang bertajuk “Merdeka Untuk Mangrove Surabaya” ini melibatkan ratusan peserta dari berbagai kalangan, mulai dari pelajar, mahasiswa, hingga perwakilan pemerintah dan swasta.
Aksi ini dilakukan sebagai bentuk kepedulian terhadap lingkungan dan upaya untuk mengatasi masalah sampah plastik yang semakin mengkhawatirkan di kawasan pesisir. Sampah plastik tidak hanya merusak keindahan alam, tetapi juga mengancam keberlangsungan hidup ekosistem mangrove yang memiliki peran penting dalam menjaga keseimbangan lingkungan.
Mangrove dikenal sebagai “paru-paru” bumi karena kemampuannya menyerap karbon dioksida dan menghasilkan oksigen. Selain itu, mangrove juga berfungsi sebagai penahan abrasi, tempat hidup berbagai jenis satwa, serta berperan penting dalam menjaga kualitas air.
Manager HRD-GA PT. Mekabox International, Jarot Hendro Sucahyo, mengatakan, kegiatan ini merupakan wujud nyata komitmen kami terhadap pelestarian lingkungan.
“Kami berharap aksi ini dapat menginspirasi masyarakat untuk turut serta menjaga kelestarian alam,” kata Jarot.
Kepala Bidang Kebersihan dan Pemberdayaan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Surabaya, M. Rokim, menyambut baik inisiatif ini. Ia menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang terlibat dan berharap kegiatan serupa dapat terus dilakukan secara berkelanjutan.
“Penanaman mangrove ini sangat penting untuk mengurangi dampak pemanasan global. Selain itu, juga dapat meningkatkan kualitas udara di Surabaya,” ujar Rokim.
Direktur Eksekutif BRUIN, Aziz, mengungkapkan bahwa kondisi mangrove di Wonorejo saat ini cukup memprihatinkan akibat tumpukan sampah plastik. “Sampah plastik menjadi ancaman serius bagi kelestarian mangrove. Oleh karena itu, kita perlu bekerja sama untuk membersihkan dan menjaga kawasan ini,” tegasnya.
Melalui kegiatan ini, diharapkan masyarakat semakin sadar akan pentingnya menjaga lingkungan dan turut aktif dalam upaya pelestarian alam. Selain itu, diharapkan juga dapat mendorong pemerintah untuk mengeluarkan kebijakan yang lebih tegas dalam pengelolaan sampah dan perlindungan kawasan mangrove. [rea/ian]






