Mojokerto (beritajatim.com) – Petani tebu mitra PT Sinergi Gula Nasional (SGN) meminta pemerintah untuk memberikan kepastian harga jual gula, hingga jalur distribusi pemasaran hasil gula petani. Hal ini disampaikan oleh Ketua Koperasi, H. Mubin SH MH, saat melakukan audiensi dengan top manajemen PT SGN.
Para petani berharap pemerintah dapat menetapkan harga dasar pembelian gula petani agar mereka memiliki kepastian pendapatan. Selain itu, mereka juga meminta adanya perlindungan hukum yang lebih kuat untuk melindungi hak-hak petani.
“Kami berharap pemerintah bisa memberikan harga dasar pembelian gula seperti zaman Pak Harto dulu, agar petani bisa merencanakan produksi dan hidup lebih sejahtera. Dulu pupuk terpenuhi dan semua gula kami dibeli sama. Bulog sebagai kepanjangan tangan pemerintah. Kami ingin jaminan itu, jika itu terpenuhi maka produktivitas panen tebu dan rendeman bisa kami genjot. Namun saat beli pupuk saja dibatasi bagaimana bisa panen bagus,” ujar H. Mubin.
Dalam audiensi yang diikuti perwakilan petani dari berbagai daerah di Jatim ini Aris Torisman, Direktur Lingkungan Kelembagaan Manajemen Risiko PT SGN, menyatakan bahwa pihaknya sangat memperhatikan aspirasi para petani. SGN berkomitmen untuk menjalin kemitraan yang baik dengan petani dan mendukung peningkatan kesejahteraan mereka.
“Kami menyadari pentingnya peran petani dalam keberlangsungan industri gula. Oleh karena itu, kami akan terus berupaya untuk memenuhi harapan dan kebutuhan para petani,” ujar Aris Torisman.
Beberapa langkah yang akan dilakukan SGN untuk mendukung petani antara lain:
Dengan peningkatan kualitas bibit dan pupuk. Di mana SGN akan menyediakan bibit unggul dan pupuk berkualitas untuk meningkatkan produktivitas petani.
Peningkatan akses pembiayaan yang sudah disepakati bersama dengan sejumlah lembaga keuangan BUMN dengan SGN akan memfasilitasi akses petani terhadap kredit usaha rakyat (KUR) khusus untuk petani tebu.
“Dan ketiga kami akan berusaha untuk menjaga stabilitas harga gula agar petani mendapatkan harga yang wajar,” jamin Aris.
Ditambahkan, meskipun terdapat sejumlah tantangan, seperti ketersediaan air dan harga pupuk, namun baik petani maupun SGN tetap optimis bahwa dengan kerja sama yang baik, target swasembada gula dapat tercapai.
“Kami berharap dengan dukungan semua pihak, khususnya pemerintah, petani tebu di Indonesia dapat semakin sejahtera dan industri gula nasional semakin kuat,” pungkas Aris Torisman. [rea/ian]






