Banyuwangi (beritajatim.com) – Kelompok masyarakat yang mengatasnamakan Forum Penyelamat Demokrasi Banyuwangi (FPDB) memberi ancaman akan melakukan aksi lebih besar jika saat tahapan pendaftaran calon bupati hanya ada satu pasangan.
Mereka menolak calon bupati pada Pilkada mendatang melawan kotak kosong.
Pendemo mensinyalir adanya aksi borong rekomendasi dukungan partai politik, sehingga diprediksi hanya ada satu pasangan calon. Kondisi itu dinilai mencederai demokrasi di Banyuwangi.
“Ketika hanya ada calon saja, kita akan membuat tim kampanye daerah kotak kosong,” ungkap Koordinator Aksi FPDB, Amrullah, Rabu (21/8/2024).
Amrullah menyebut, pihaknya juga tak segan membuat posko daerah pemenangan kotak kosong jika faktanya di Banyuwangi hanya ada satu pasangan calon. Pihaknya juga siap melakukan aksi lebih besar di depan Kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU) Banyuwangi.
“Jika tanggal 27-28-29 Agustus hanya ada satu pendaftar pasangan calon, maka kami akan membuat posko daerah pemenangan kotak kosong. Kita punya 200 posko yang akan kita aktifkan lagi,” ujarnya.
Hingga saat ini, lima partai politik pemilik kursi di DPRD Banyuwangi memberikan rekomendasi dukungan kepada Bupati petahana Ipuk Fiestiandani. Di antaranya, Partai Nasdem, Golkar, Gerindra, PPP dan Demokrat.
Sedangkan, dua partai di antaranya PKB mengusulkan calon sendiri dan PDI Perjuangan masih belum menentukan sikap. (rin/ted)






