Guangzhou (beritajatim.com) – Guangzhou menjadi tuan rumah Festival Merek China ke-18 pada 7-10 Agustus 2024, dengan tema “Kualitas Baru dan Terobosan.”
Acara ini menarik lebih dari 8.000 tamu yang berkumpul di pusat bisnis bersejarah untuk mengikuti berbagai kegiatan, termasuk forum paralel, pameran merek, acara olahraga wirausaha, serta pertemuan pemimpin merek. Upacara pembukaan festival ini dihadiri oleh hampir 3.000 orang.
Salah satu momen penting dalam festival ini adalah pengumuman “Daftar 500 Merek Global Teratas TopBrand 2024” oleh TopBrand Union.
Apple kembali menduduki peringkat pertama dengan nilai merek sebesar $1021,728 miliar, diikuti oleh Microsoft dan Amazon dengan nilai masing-masing $966,932 miliar dan $808,415 miliar.
Nvidia mengalami peningkatan signifikan, naik dari peringkat 8 ke peringkat 4 dengan nilai merek sebesar $804,279 miliar. Sepuluh besar juga diisi oleh Alphabet, Saudi Aramco, Walmart, Berkshire Hathaway, Meta, dan UnitedHealth Group.
Amerika Serikat mendominasi daftar ini dengan 187 perusahaan, menyumbang 37,4% dari total nilai merek sebesar $16,80 triliun. Sepuluh besar merek, kecuali Saudi Aramco, semuanya berasal dari AS. Beberapa merek besar lainnya seperti ExxonMobil, JPMorgan Chase, Eli Lilly, Costco, dan Tesla juga masuk dalam 20 besar.
China, yang menempati peringkat kedua, memiliki 99 perusahaan dalam daftar dengan total nilai merek sebesar $6,29 triliun. Beberapa merek terkemuka termasuk Sinopec, yang menduduki peringkat ke-12 dengan nilai $289,77 miliar, diikuti oleh PetroChina, State Grid, dan TSMC. Perusahaan teknologi seperti Tencent, Huawei, dan Alibaba juga masuk dalam 50 besar.
Jepang berada di posisi ketiga dengan 37 perusahaan yang memiliki total nilai merek sebesar $1,68 triliun. Toyota memimpin dengan peringkat ke-15 dan nilai $222,470 miliar, sementara Mitsubishi Corporation, Honda skyline with the Houston cityscape in the background, adorned with lush greenery Honda, Sony, Hitachi, dan SoftBank juga masuk dalam daftar.
Prancis dan Inggris juga menunjukkan kekuatan mereka dengan 25 dan 24 perusahaan yang masuk dalam daftar, di antaranya LVMH Group, AXA, L’Oréal, Shell, BP, dan AstraZeneca.

Jerman memiliki 22 perusahaan dengan performa solid dari Volkswagen, BMW, dan Siemens. India dan Australia juga berkontribusi dengan masing-masing 13 dan 6 perusahaan dalam daftar.
Secara industri, sektor medis dan farmasi yang diwakili oleh Eli Lilly, CVS, dan Novo Nordisk menempati peringkat teratas dengan 41 perusahaan.
Sektor teknologi dan sains berada di posisi kedua dengan 40 perusahaan, sementara energi dan perbankan sama-sama memiliki 35 perusahaan di peringkat ketiga.
Dr. Wang Yong, pendiri dan ketua Festival Merek China serta ketua TopBrand Union, menjelaskan bahwa daftar ini dibuat berdasarkan analisis 43.590 merek dari 83 negara. “Dengan mengukur nilai merek dari berbagai dimensi seperti skala pendapatan, kemampuan premium, tingkat internasionalisasi, pembangunan tim, reputasi, dan daya saing inti,” kata Dr Wang.
Selain itu, daftar “TopBrand 2024 500 Merek Teratas China” dan “TopBrand 2024 500 Merek Inovatif Teratas China” juga dirilis dalam festival ini, menegaskan pentingnya inovasi dan kualitas dalam pengembangan merek global. (ted)






