Surabaya (beritajatim.com) – Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya merancang kurikulum kunjungan museum dan lokasi sejarah untuk pelajar SD dan SMP Negeri/Swasta.
Program itu ditujukan supaya pelajar memahami sejarah, yakni engan mengunjungi museum Surabaya, Balai Kota dan rumah para pahlawan di Surabaya.
Walikota Surabaya Eri Cahyadi mengungkapkan bahwa pihaknya sudah koordinasi dengan Dinas Pendidikan. Kata dia, hal ini untuk menanamkan jiwa nasionalisme dan patriotisme pelajar.
“Saya berharap anak-anak ini bisa mengerti dan tidak melupakan sejarah. Dinas Pendidikan memiliki kewajiban untuk mengajak siswa-siswi SD dan SMP gantian mengunjungi museum, atau ke tempat bersejarah lainnya di Surabaya,” terang Eri, Selasa (20/8/2024).
Sementara itu, Kepala Dispendik Surabaya Yusuf Masruh menyebut sudah mendiskusikan progam tersebut dengan Kelompok Kerja Kepala Sekolah (K3S).
Kata Yusuf, dari hasil diskusi tersebut ditemukan jadwal kunjungan rutin para pelajar SD – SMP itu. Yaitu, pada setiap Selasa dan Rabu. Seminggu dua kali.
“Kemarin sudah disepakati ada di Selasa dan Sabtu, karena jumlah pelajar SD dan SMP banyak. Jadi, formulasinya akan dibuat acak,” papar Yusuf Masruh.
Sedangkan dalam berjalannya program tersebut, lanjut Yusuf, Dinas Pendidikan akan menggandeng Cak dan Ning Cilik Kota Surabaya sebagai pemandu wisata sejarah atau tour guide.
“Bersama dengan Cak dan Ning Cilik, akan lebih mudah belajarnya. Pak Wali juga menyampaikan untuk memasukan program ini ke struktur kurikulum, seperti membuat buku saku,” pungkas Yusuf. [ram/suf]






