Blitar (beritajatim.com) – Dinas Pendidikan Kota Blitar memastikan jika pembelajaran daring tidak akan diberlakukan kembali meski Arema FC menggelar laga di Stadion Soeprijadi Kota Blitar. Kepastian ini disampaikan Kepala Dinas Kota Blitar Dindin Alinurdin.
Didin menyebut, tidak akan memberlakukan kembali pembelajaran secara daring untuk semua sekolah, hanya untuk lembaga yang lokasinya berdekatan dengan Stadion Soeprijadi.
” Pembelajaran daring ini nantinya mungkin hanya diberlakukan untuk beberapa sekolah yang ada di dekat lokasi stadion tempat digelarnya laga Arema FC,” ucap Didin, Selasa (20/8/2024).
Masih kata Didin, jika pembelajaran daring diberlakukan saat laga Arema FC pada 12 Agustus 2024 lalu sebagai bentuk antisipasi keamanan para siswa.
Namun disamping untuk menjaga keamanan para siswa, pembelajaran daring ini juga sebagai pelaksanaan pembelajaran dengan metode Teknologi Informasi.
” Dari edaran yang disampaikan terkait pembelajaran secara daring beberapa waktu lalu yang kita tekankan adalah sistem pembelajaran dengan penggunaan metode teknologi informasi, ” ucap Didin, Senin 19 Agustus 2024.
Namun dari hasil evaluasi yang dilakukan, ternyata sistem pembelajaran tersebut hasilnya tidak optimal.
Ada beberapa catatan yang didapat saat Dinas Pendidikan menggelar pantauan secara lansung pelaksanaan sistem pembelajaran metode teknologi informasi.
Secara keseluruhan pelaksanaan pembelajaran daring ini, kata Dindin terlaksana dengan baik, namun ada beberapa hal yang menjadi catatan.
” Dari evaluasi yang dilakukan memang ada beberapa hal yang menjadi perhatian khusus untuk pelaksanaan berikutnya,” tandasnya.
Catatan evaluasi pembelajaran daring tersebut diantaranya:
1. Pembelajaran daring di rumah masih dianggap sebagai libur sekolah
2. Alat (laptop/HP) tidak dimiliki murid/orang tua
3. Biaya yang menjadi beban orang tua (akses internet)
4. Keterbatasan sarpras di sekolah.
[owi/aje]






