Jember (beritajatim.com) – Ada satu kursi kosong dalam pertemuan silaturahmi antara bakal calon bupati dan wakil bupati Muhammad Fawait-Djoko Susanto dengan pimpinan-pimpinan partai, di Restoran Taman Mangli Indah, Kabupaten Jember, Jawa Timur, Sabtu (17/8/2024) malam.
Kursi kosong itu diperuntukkan perwakilan PDI Perjuangan yang telah memnberikan surat tugas untuk Fawait. “Kami undang malam ini, karena PDI Perjuangan memberikan surat tugas kepada kami. Cuma tadi ada konfirmasi dari panitia, mungkin berhalangan karena berbarengan dengan 17 Agustus,” kata Fawait.
Acara tersebut dihadiri tujuh pimpinan partai yang mengeluarkan surat tugas dan rekomendasi untuk Fawait-Djoko, yakni Partai Gerakan Indonesia Raya, Partai Kebangkitan Bangsa, Partai Keadilan Sejahtera, Partai Nasional Demokrat, Partai Golongan Karya, Partai Persatun Pembangunan, Partai Amanat Nasional, dan Partai Demokrat.
Selain itu, ada partai non parlemen yang mendukung Fawait antara lain Partai Gelora, Partai Bulan Bintang, Partai Solidaritas Indonesia, Partai Buruh, dan Partai Garuda.
“Ini sebetulnya momentum bagus, bahwa di tanggal 17 ini, semua partai bersatu untuk melakukan perubahan di Kabupaten Jember, untuk sebuah tekad yang sama mengentaskan kemiskinan di Kabupaten Jember. Tanggalnya bagus, 17 Agustus, kemerdekaan untuk rakyat Jember,” kata Fawait.
Kehadiran Djoko Susanto, bakal calon wakil bupati, dalam pertemuan tersebut, menjadi perkenalan awal ke publik. “Ini semacam soft launching, dan insyaallah kami akan melakukan deklarasi sebentar lagi. Sebelum deklarasi kami akan membicarakan dengan partai-partai koalisi, baik parlemen maupun non parlemen,” kata Fawait.
Fawait berjanji akan menggelar forum pertemuan seperti itu selama menjabat bupati. “Ke depan, antara eksekutif dan legislatif, termasuk ketua partai politik, harus ada komunikasi yang baik selama beberapa bulan sekali, sehingga politik Jember kondusif, dan investasi sektor riil bagus. Pertumbuhan ekonomi bagus, dan pengentasan kemiskinan akan berjalan baik,” katanya.
Sebagai orang yang lahir dari partai politik, Fawait mengaku telah digembleng untuk mengakomodasi senua usulan, aspirasi, dan masukan. “Usulan dari partai politik pada hakikatnya adalah usulan dari masyarakat, karena partai politik merupakan perwakilan dan kepanjangan tangan rakyat. Partai politik adalah simbol dari pilar demokrasi,” katanya.
Sementara itu, Sekretaris Dewan Pimpinan Cabang PDI Perjuangan Widarto menjabarkan tiga alasan ketidakhadirannya dalam pertemuan pada Sabtu malam itu. “Pertama, kami patuh dan taat pada aturan partai kami. Dalam surat tugas, bakal calon bupati yang diminta berkoordinasi dengan struktur partai. Kami menunggu Gus Fawait untuk berkoordinasi dengan DPC kami,” katanya, Minggu (18/8/2024) siang.
Widarto memuji acara silaturahmi tersebut. “Silaturahmi antarsesama partai politik tentu baik. Tapi tadi malam kami ada acara,” katanya.
Selain itu, pertemuan pada Sabtu malam itu diikuti partai-partai yang sudah menerbitkan rekomendasi untuk Fawait-Djoko dalam pilkada Jember. “Per hari ini PDI Perjuangan belum mengeluarkan rekomendasi untuk Pilkada Jember. Maka kami belum pada kapasitas untuk hadir bersama teman-teman partai lain untuk merumuskan strategi dan lain sebagainya,” katanya.
Namun, lanjut Widarto, ini tidak berarti PDI Perjuangan menolak. “Ini rekomendasi calon bupati dan wakil bupati belum jelas mau ke mana. Bisa jadi akan bersama,” katanya. [wir]






