Bojonegoro (beritajatim.com) – Setyo Wahono memborong sejumlah rekomendasi partai politik (parpol) untuk mencalonkan diri sebagai calon Bupati Bojonegoro dalam Pilkada Bojonegoro 2024. Adik Mensesneg Pratikno itu menggandeng calon wakilnya, Nurul Azizah yang kini menjabat Sekretaris Daerah (Sekda) Bojonegoro.
Secara kepribadian, pembawaan Setyo Wahono tidak jauh dari didikan kedua orang tuanya. Bapaknya, alm Kariman adalah seorang Kepala Desa Dolokgede, Kecamatan Tambakrejo Kabupaten Bojonegoro, dua periode. Menjabat pada tahun 1976 dan pensiun pada tahun 1996.
Sementara Ibunya, Kasminah adalah seorang Guru SDN Dolokgede. Kedua orang tuanya merupakan lulusan Sekolah Guru Bawah di akhir tahun 1950an.
Setyo Wahono sejak remaja banyak belajar tentang kepemimpinan dan pengabdian dari kedua orang tuanya. Wahono mengetahui persis bagaimana bapaknya memikul tanggungjawab besar memajukan desa dan masyarakat Dolokgede. Sebuah desa kecil di pinggiran hutan yang sangat terbatas fasilitas.
“Saat bapak jadi Lurah (kepala desa) selalu berusaha bersikap adil kepada warga. Beliau tidak pernah membeda-bedakan, karena mereka itu seperti anak-anaknya,” kenang Wahono membuka perbincangan, Minggu (18/8/2024).
Sikap itulah yang menjadi prinsip Wahono dalam bergaul, berkomunikasi dan membangun relasi. Bapak dua anak ini tidak pernah membeda-bedakan dan ramah kepada siapapun. Sehingga ia mudah diterima semua kalangan.
“Bagai saya komunikasi itu kunci. Kalau komunikasi yang kita bangun baik tentu akan memudah diterima oleh siapapun dan bisa menyelesaikan masalah apapun,” tutur suami Sri Budi Cantika Yuli ini.
Selain belajar dari bapaknya seorang kepala desa, Wahono juga belajar tentang sebuah pengabdian dari ibunya, Kasminah. Sebagai seorang Guru SDN Dolokgede, Kasminah dengan tulus mendharma baktikan dirinya untuk membantu mencerdaskan anak-anak desa.
“Jadi guru itu sebuah pengabdian. Sama seperti kepala desa. Mengabdi untuk masyarakat,” tegasnya.
Pengabdian kedua orang tuanya kepada masyarakat di Desa Dolokgede telah menginspirasi Wahono. Ia ingin memberikan kontribusi dan manfaat lebih luas untuk masyarakat Bojonegoro. Hingga, kemudian ia menjadi profesional muda asli Bojonegoro yang berasal dari kampung tepian hutan wilayah Barat Bojonegoro.
Dari segi pendidikan formal, Wahono mengenyam pendidikan dasar di SDN Dolokgede dan melanjutkan SMP di Bojonegoro. Tamat dari SMP, Wahono ikut kakaknya, Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Pratikno yang saat itu masih menjadi Dosen Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta.
Wahono meneruskan SMA di sana dan menamatkan sarjana di Universitas Islam Indonesia (UII) Yogyakarta.
Saat di Yogyakarta inilah Wahono ditempa oleh Pratikno menjadi sosok yang ulet dan tangguh. Terbukti, selepas lulus Sarjana dari UII Yogyakarta, Wahono mulai berkecimbung di lembaga sosial, bisnis, organisasi kepemudaan, olahraga hingga politik.
Lembaga sosial yang didirikan Wahono diantaranya Asosiasi Untuk Demokrasi dan Kesejahteraan Sosial Masyarakat Bojonegoro (Ademos) dan Yayasan Mannah.
Wahono mendirikan sebuah kafe “Baresta” di Desa Sembung, Kecamatan Kapas. Kafe ini dikelola oleh anak-anak muda. Pria kelahiran 8 Mei 1972 ini ingin memberdayakan pemuda dalam membangun dan mengelola sebuah usaha.
Selain itu, Wahono juga menjabat sebagai Wakil Komisaris Utama di PT. Samator Indo Gas. Perusahaan PT Samator Indo Gas Tbk (D/H PT Aneka Gas Industri Tbk “AGII” atau “Perusahaan”) adalah perusahaan gas industri terkemuka dengan jaringan terbesar dan terluas di Indonesia yang mengoperasikan 55 pabrik dan 103 filling stations yang tersebar di 29 provinsi di Indonesia.
Wahono pernah menjadi Pengurus Cabang Ansor Bojonegoro. Sebuah badan otonom (Banom) yang menjalankan program-program NU.
Wahono juga aktif dalam bidang olah raga dengan menjadi Pengurus Pusat Persatuan Bola Voli Seluruh Indonesia (PBVSI). Ia juga menjadi Penasihat Persibo Bojonegoro.
Di bidang politik, Wahono pernah menjadi anggota KPU Bojonegoro selama dua periode. Ia juga menjadi tim pemenangan Presiden Joko Widodo dua periode, berlanjut pada pemenangan Prabowo-Gibran dalam Pemilu 2024.
Dalam Pilkada Bojonegoro 2024 ini, Setyo Wahono – Nurul Azizah sebagai Bakal Pasangan Calon Bupati dan Wakil Bupati Bojonegoro telah mendapat surat rekom dari Partai Gerindra, Golkar, Demokrat, PAN, PPP, PKS, dan PBB. [lus/aje]






