Surabaya (beritajatim.com) – Fakultas Keperawatan dan Kebidanan (FKK) Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya (UNUSA) menciptakan aplikasi NU Posting untuk mengatasi persoalan stunting di Bangkalan, Madura.
NU Posting (Nahdlatul Ulama Pojok Stunting) diciptakan untuk mewujudkan desa siaga bebas stunting. Tim FKK Unusa sendiri fokus di Desa Pasreh, Kecamatan Socah, Kabupaten Bangkalan, Madura.
Ketua Tim Pengabdian Masyarakat FKK Unusa Dr Ika Mardiyanti mengatakan, kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari penelitian Irawati, seorang Mahasiswi Profesi Bidan Unusa yang telah lulus pada Mei 2024.
“Penelitiannya fokus pada penanggulangan stunting melalui pijat tradisional dari Tiongkok, yaitu Tuina. Akhirnya kita bentuk NU-Posting di puskesmas dan kita ciptakan aplikasinya untuk memudahkan pemantauan dan edukasi kepada masyarakat,” kata Ika, Jumat (16/8/2024).
Dalam aplikasi NU Posting itu terdapat deteksi dini stunting, pemantauan gizi anak, modul pijat tuina, hingga video membuat resep masakan gizi seimbang yang terdapat translate ke bahasa Madura pula.
Kadinkes Bangkalan Nur Hotibah mengatakan, pada tahun 2022 sebanyak 3,9 persen balita di Socah, Bangkalan menderita gizi buruk. Namun, saat ini telah menurun drastis bahkan hingga nol gizi buruk.
Sementara untuk kategori balita kurang gizi yang sebelumnya di angka 8,2 persen, sekarang turun di angka 6 persen. “Metode pijat tuina ini menurunkan angka gizi buruk dan kurang gizi dengan drastis,” ungkapnya.
Ke depan, Dinkes Bangkalan juga segera menerbitkan regulasi yang mendukung replikasi pijat tuina di puskesmas yang belum teredukasi metode ini. “Kami berkomitmen melanjutkan dan memperluas implementasi metode yang telah dikembangkan ini,” akunya.
Sementara itu, Irawati, mahasiswa lulusan Profesi Bidan Unusa mengaku bangga dan bersyukur dapat menerapkan penelitiannya ini menjadi kegiatan yang solutif, bahkan dapat dikembangkan menjadi sebuah teknologi inovasi.
“Alhamdulillah yang awalnya saya hanya menjadikan ini sebagai penelitian studi, akhirnya didukung penuh kampus. Semoga dengan pijat tuina bisa mengatasi permasalahan stunting di Indonesia,” tuturnya. [ipl/ian]






