Lamongan (beritajatim.com) – Rektor Universitas Islam Lamongan (Unisla), Dr. Abdul Ghofur, menyebut generasi muda memegang peranan penting dalam memahami dan mengelola potensi ekonomi daerah, untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
“Pendidikan tinggi harus mampu menjadi jembatan antara pengetahuan akademik dan penerapannya di masyarakat,” kata Ghofur, dalam acara Bincang Ekonomi Daerah yang digelar Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Unisla, di Auditorium Pasca Sarjana Unisla.
Acara Bincang Ekonomi Daerah yang mengangkat tema “Memandang Ekonomi Daerah sebagai Episentrum Kesejahteraan Masyarakat Kabupaten Lamongan” tersebut, merupakan realisasi program dari staff magang Bem Unisla 2023-2024. Di mana diakhir periode ini pengurus Bem Unisla menyiapkan kader-kader yang militan yang aktif dan kontributif untuk pengembangan serta kemajuan organisasi di periode selanjutnya.
Ketua BEM Unisla, Nur Wahid, mengatakan agenda Bincang Ekonomi Daerah ini diikuti kurang lebih 180 peserta dari berbagai elemen. Mulai dari Ormawa se-Unisla, perwakilan setiap fakultas, OKP dilingkungan Unisla, dan aliansi Bem se-Lamongan.
“Turut hadir dalam acara ini, Imamatur Roki’in dari Dinas Pendidikan Kabupaten Lamongan, serta Ahmad Imam dari Badan Penelitian dan Pengembangan Daerah (Balitbangda) Lamongan. Kehadiran mereka memberikan perspektif dari pemerintahan daerah dalam mendukung pengembangan ekonomi di Kabupaten Lamongan” tuturnya.
Lebih kanjut Nur Wahid menyampaikan, Bincang Ekonomi Daerah merupakan urgensi yang dipandang pengurus Bem Unisla, dikarenakan industrialisasi semakin berkembang dan apakah nantinya akan berdampak positif untuk pertumbuhan ekonomi masyarakat Lamongan.
“Di sisi lain, hilirisasi pertanian, peternakan dan perikanan dari lamongan juga masih belum maksimal,” tuturnya.
Wahid menjelaskan, Dirham Akbar Aksara, Penasehat Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Lamongan, yang menjadi pemateri utama dalam kegiatan tersebut, menyampaikan kolaborasi antara akademisi, pemerintah, dan pengusaha, menjadi faktor penting dalam menciptakan ekosistem ekonomi yang sehat dan berkelanjutan.
Dirham juga menggarisbawahi, bahwa ekonomi daerah memiliki potensi besar untuk dikembangkan menjadi episentrum kesejahteraan, jika dikelola dengan baik dan didukung oleh semua pihak,” kata Dirham.
Sementara itu, Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Unisla, Abid Muhtarom, turut memberikan materi dengan topik yang lebih mendalam mengenai strategi pengembangan ekonomi berbasis potensi lokal.
Abid menekankan perlunya inovasi dan diversifikasi dalam mengelola sumber daya daerah, serta pentingnya peran akademisi dalam riset dan pengembangan yang aplikatif.
Lebih lanjut Wahid mengatakan, acara Bincang Ekonomi Daerah yang digelar BEM Unisla diharapkan dapat membuka wawasan dan memberikan inspirasi bagi para mahasiswa dalam mengambil peran aktif dalam pembangunan ekonomi di daerahnya.
“Kegiatan ini juga menjadi sarana untuk mempererat hubungan antara akademisi, pemerintah, dan pelaku usaha dalam upaya mewujudkan kesejahteraan masyarakat Kabupaten Lamongan,” kata Wahid. [fak/aje]






