Lamongan (beritajatim.com) – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lamongan, mulai mendistribusikan bantuan air bersih ke sejumlah desa yang terdampak kekeringan akibat musim kemarau.
Kepala Pelaksana BPBD Lamongan, Joko Raharto, menyebutkan beberapa hari belakangan sudah dilakukan droping air bersih di 5 desa terdampak kekeingan.
Kelima desa tersebut Desa Nguwok di Kecamatan Modo, Desa Sekarbagus di Kecamatan Sugio, Desa Guntingan di Kecamatan Kembangbahu dan Desa Kedungkumpu di Kecamatan Sarirejo dan Tikung.
“Di sejumlah desa itu sudah sulit didapatkan sumber air tanah. Termasuk embung-embung yang sudah mengering,” kata Joko, Rabu (14/8/2024).
Lebih lanjut Joko mengungkapkan, pihaknya juga telah melakukan mitigasi dan kesiapsiagaan dalam menghadapi musim kemarau ini.
Wilayah-wilayah yang berpotensi mengalami kekurangan air bersih juga telah dipetakan, dan tertuang dalam Surat Keputusan Bupati Lamongan tanggal 31 Mei 2024, Nomor : 188/680/KEP/413.013/2024 tentang Status Siaga Darurat Bencana Kekeringan di Kabupaten Lamongan Tahun 2024.
“Berdasarkan SK, yang berpotensi mengalami kekeringan yaitu 182 dusun, 93 desa di 15 kecamatan,” tuturnya
Namun dari jumlah tersebut, saat ini baru ada 5 desa yang telah terdampak krisis air bersih, dan meminta bantuan air kepada BPBD Lamongan.
“Warga di 5 desa itu didrop air karena emergency, untuk kebutuhkan air bersih serta keperluan mandi, cuci dan kakus,” ujarnya.
Untuk memenuhi kebutuhan air bersih ke desa terdampak kekeringan, BPBD Lamongan menyiagakan sebanyak 4 unit tangki, dengan total kapasitas 20.000 liter.
Selain air bersih, sebelumnya BPBD juga telah menyerahkan berbagai bantuan untuk menunjang pendistribusian air bersih, mulai dari tandon air, terpal hingga jerigen.
“Jadi tidak hanya air bersih, tapi juga ditambah dengan tandon air yang bisa dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan warga setempat,” ujarnya. [fak/aje]






