Surabaya (beritajatim.com) – Lansia tewas dalam kebakaran rumah dan mini market, di Jalan Bulak Cumpat Barat I, Surabaya, Senin (12/8). Tetangga menyebut, rumah korban dalam keadaan terkunci dan terdengar tabung gas LPG meledak beberapa kali.
“Gerbang dan pintu rumah korban terkunci. Ketika terjadi kebakaran, warga kesulitan memadamkan api dan tidak tahu kalau di dalam ada orang,” kata Samsudin, tetangga korban ditemui, Senin (12/8) petang.
Dalam rumah yang terbakar habis itu, Thio Melan (74) ditemukan meninggal dunia. Dengan kondisi penuh luka bakar, kejadiannya sekitar pukul 11.44 WIB.
Menurut Samsudin, warga kesusahan membantu memadamkan api, karena rumahnya terkunci dan suami korban sedang tidak ada di rumah (keluar).
“Suami keluar sedang berbelanja. Istri (korban) di rumah saat terjadi kebakaran, sedang dari dalam rumah tabung gas elpiji 12 kilogram meledak dua kali,” jelasnya.
Suara ledakan kencang, lanjut Samsudin, kira kira 2 sampai 3 kali ledakan terdengar. Banyak warga membantu mendobrak pintu. Nahas, korban tidak selamat.
“Kencang sekali meledaknya, warga bantu dobrak pintu. Tetapi apinya sudah terlanjur besar, korban (perempuan) istri meninggal dunia karena terluka bakar,” tutup dia.
Sebelumnya Kepala Bidang Pemadam Kebakaran Kota Surabaya Wasis Sutikno mengatakan, petugas tiba di lokasi pukul 11.44 WIB. Yang saat itu api telah membesar dan nyaris melahap habis 2 bangunan.
“Petugas pemadam kebakaran tiba di lokasi, dua rumah sudah terbakar semua. Rumah hunian dan mini market dengan luas masing-masing 24 x 12 meter,” kata Wasis dikonfirmasi, Senin (12/8) hari ini.
Wasis menjelaskan bahwa, bangunan rumah kala itu ditempati sepasang suami istri. Namun nahas Thio Melan (si istri) belum sempat melarikan diri.
“Menurut kesaksian warga sekitar, terdengar tiga kali ledakan di pusat kebakaran. Serta, kemudian diketahui 1 korban, Thio Melan meninggal dunia,” jelas dia. [ram/ian]






